Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Dosen Galakku, Suami Rahasiaku

Dosen Galakku, Suami Rahasiaku

Dan lebih aneh lagi, hari ini Dante memesan es kopi. “Tumben pesan es kopi,” gumam Sagara. Dante tak menanggapi. “Biasanya kamu pesan americano panas, Kak.” Masih diam. Bhargava ikut memperhatikan gelas di depan sahabatnya. “Lagi stres dia tuh.Wajahnya kusut gitu.” “Kelihatan banget,” sahut Sagara. “Keknya patah hati.”
1066.8K viewsOngoingAdded to Library 1.3K Times as pap lagi di starbucks sama doi
Read
+Library
Hestia

Hestia

Ia pura-pura mengambil tisu sambil mengamati ke arah kasir. Stella tampak memesan dua gelas kopi. Dua. Bukan satu. Odi kembali ke meja dengan ekspresi seperti baru menemukan petunjuk penting dalam serial kriminal. “Dia beli dua kopi.” Patra menatapnya datar. “Orang boleh beli dua kopi.” “Buat siapa?” “Temennya, staff lain, sopir, satpam, random stranger. Dunia luas, Di.”
101.1K viewsOngoingAdded to Library 39 Times as pap lagi di starbucks sama doi
Read
+Library
Rahasia Kekayaan Sang Barista

Rahasia Kekayaan Sang Barista

Namun ketika ia menyapa tamu yang baru datang, seketika ia menahan napas. “Demi apapun!” batin Anita tak percaya. “Makhluk setampan dan se-cool ini, adakah di kota Jatavia kami? Apakah dia seorang idol K-pop?” Seorang pria muda berwajah tampan masuk, melemparkan senyuman pada Anita dan bertanya dalam bahasa Inggris, “Is there any delicious drink in this cafe? I read the review, and I'm curious to try the coffee here!”
1038.0K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as pap lagi di starbucks sama doi
Read
+Library
Ah! Mau Lagi Dong, Bang Ucup

Ah! Mau Lagi Dong, Bang Ucup

"Di tempat kayak dulu lagi? Aku nggak mau, Rif. Takut mabok lagi aku. Kapok rasanya bangun-bangun dunia terasa berputar." Arif tertawa meremehkan. "Tenang saja, Cup. Tempatnya aman kok, cuma kayak kafe-kafe biasa saja. Kita cuma mau santai, mengobrol sebentar. Masa teman lama mau ngajak ngopi saja ditolak?" "Ya sudah, kalau cuma di kafe," jawab Ucup akhirnya. Ia menutup ponselnya dan bergegas merapikan kemejanya.
104.0K viewsOngoingAdded to Library 96 Times as pap lagi di starbucks sama doi
Read
+Library
Godaan Panas Tetangga Baru

Godaan Panas Tetangga Baru

“Kan? Aku juga langsung suka pas nyoba.” Damian meraih kantong kertas itu, melihat isinya, lalu menatap Fara dengan tatapan menggoda. “Kalau gitu, harusnya kamu beli lebih banyak. Jadi aku bisa makan lagi nanti.” Fara meringis, menyadari kesalahannya. “Maaf ya, tadi nggak kepikiran. Besok kita beli lagi, gimana?” Damian tersenyum dan mengusap lembut kepala istrinya. “Nggak apa-apa. Yang penting sekarang aku udah pulang dan bisa menikmati waktu sama kamu.”
3.7K viewsOngoingAdded to Library 82 Times as pap lagi di starbucks sama doi
Read
+Library
Duda Tetangga

Duda Tetangga

Gosip pun berlanjut di kalangan koas. "Katanya sih pasiennya Dokter Lulu. Cataplexy nama penyakitnya." "Penyakit langka yang penderitanya nggak bisa lihat cowok ganteng. Pasti otomatis lumpuh otak." "Wah, bisa dijadiin bahan tesis ini. Ajuin ke Prof. Lulu boleh nggak ya? "Kayaknya anak bedah saraf bisa ngajuin itu." "Cantik nggak?"
108.1K viewsOngoingAdded to Library 161 Times as pap lagi di starbucks sama doi
Read
+Library
Nambah Lagi Dong, Sayang

Nambah Lagi Dong, Sayang

"Aku mau cemilan sama kopi. Ini tips buat kamu. Cukup?" Ucapan Sakti menggantung. Mata pelayan itu berbinar. Cafe Diamond memang restoran mahal, tapi pengunjungnya malah jarang memberikan tips. "Wah, makasih Tuan. Akan aku siapkan sekarang juga," sahut pelayan itu sembari mengambil uang dan menyimpannya buru-buru. Takut ketahuan. Sakti menyandarkan punggungnya di kursi sambil menghisap rokok.
106.7K viewsCompletedAdded to Library 168 Times as pap lagi di starbucks sama doi
Read
+Library
Bad Agreement

Bad Agreement

tanyanya sambil menyeruput kopi yang ada di mejanya, saat ini kami ada di starbuck, memakan cheescake kesukaanku dan secangkir coffe latte favoritku, sedang Julia dengan kopi hitamnya dan red velvet . “Kami baru saja berpisah, jadi you know lah kalau aku butuh kerja, buat memenuhi kebutuhanku sehari hari,” sahutku santai, kelewat santai mungkin, sampai Julia tersedak kopinya, apa ucapanku membuatnya begitu syok?? Atau karena fakta yang sedang kukatakan padanya.
104.5K viewsOngoingAdded to Library 107 Times as pap lagi di starbucks sama doi
Read
+Library
8 Tahun Mencintainya

8 Tahun Mencintainya

Lalu, ia langsung membalas, "Gue beneran, kok.. sakit perutnya." "Gak ada orang lagi sakit perut itu minum yang dingin, apalagi kopi. Seumur-umur gue pergi bareng Anara, Fara, Elena, kalo lagi mens apalagi lagi nyeri, mereka gak mungkin ngajak gue minum Chatime, Starbucks, Koi." Letta menggigit sedikit bagian bibirnya. Ia ketahuan berbohong. Ternyata Daver pandai sekali menyadarinya.
1016.1K viewsCompletedAdded to Library 419 Times as pap lagi di starbucks sama doi
Read
+Library
Aduh, Bosku Bucin

Aduh, Bosku Bucin

BAb 19 Bintang mengulum senyum saat keluar dari lift. tas tersampir di bahu kiri dan tangannya memegang cup kopi juga kantong coklat berisi pastry dan sandwich. Setelah drama masalah sarapan, Asoka inisiatif mampir di coffee shop yang ada di lobby. Bukan hanya membelikan sarapan, nasihat yang keluar dari bibir pria itu seperti oase di padang pasir. Cukup lama tidak menjalin hubungan dengan lawan jenis, apa
101.8K viewsOngoingAdded to Library 38 Times as pap lagi di starbucks sama doi
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status