Ternyata Bosku Mantanku

Ternyata Bosku Mantanku

last update최신 업데이트 : 2025-04-16
에:  SecretAK연재 중
언어: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
3 평가. 3 리뷰
108챕터
2.4K조회수
읽기
서재에 추가

공유:  

보고서
개요
목록
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.

“Jika mencintaimu terlalu berat, maka melepaskanmu adalah pilihan terbaik.” Bara hanya mencintai Bintang, begitupun sebaliknya Bintang hanya mencintai Bara. Namun, sayangnya kisah cinta mereka tak sesederhana itu. Ada jurang yang menghalangi dua insan yang saling mencintai. Mereka bagaikan dua samudera yang tak akan mungkin bisa dipersatukan. Bintang menyerah, dan Bara memperjuangkan. Seakan cinta tak setara, tapi faktanya cinta mereka sangat besar. Hanya saja banyak orang di sekeliling mereka yang berusaha memisahkan. Badai selalu menerpa, membuat cinta mereka goyah. Kisah ini harusnya sudah usai bagi Bintang, tapi tidak bagi Bara.

더 보기

1화

Bab 1. Saling Menyakiti  

“Aku mau putus.” 

Kata-kata yang lolos di bibir gadis cantik bernama Bintang, membuat Bara yang duduk di hadapannya sontak terkejut. Tampak aura wajah Bara menunjukkan emosi yang tak bisa tertahan. Sorot menajam yang tercipta di mata Bara, tak membuat Bintang takut sedikit pun. 

“Aku lagi nggak suka becanda, Bi. Jangan ngomong hal-hal konyol,” jawab Bara menekankan, tak suka diajak bercanda oleh kekasihnya itu. 

Bintang bangkit berdiri. “Aku nggak bercanda, Bara. Aku udah bosen sama kamu. Aku mau kita putus.” 

Bintang hendak pergi, tapi Bara menahan lengan Bintang. “Nggak usah main-main bisa nggak sih? Aku lagi capek!” 

Bintang menepis kasar tangan Bara, berusaha kuat menahan air mata yang nyaris tumpah. “Aku udah bosen sama kamu. Kamu nggak lebih baik dari Mario. Aku capek sama kamu yang selalu naik motor. Sementara Mario punya mobil bagus. Aku capek sama kamu diajak makan di pinggir jalan, sedangkan Mario selalu bawa aku ke restoran mahal. Aku capek sama kamu yang kasih kado boneka, sedangkan Mario kasih aku kado mahal.” 

Bara terdiam di tempatnya mendengar apa yang dikatakan oleh Bintang. Laki-laki tampan itu melangkah mundur, di kala mendapatkan ucapan tajam dari sang kekasih yang sudah bersamanya selama lima tahun. 

“Kamu selama ini jalan sama Mario?” tanya Bara menahan amarahnya mendengar nama ‘Mario’. 

Bintang mengangguk tanpa ragu. “Ya, di belakang kamu selama ini aku jalan sama Mario. Aku bandingin kamu dengan dia. Kamu jauh banget dari dia. Mario bisa bahagian aku, sedangkan kamu? Aku capek dengan keadaan kamu yang cuman pas-pasan, Bara.” 

Bara tertunduk lesu, sudut matanya mengeluarkan air mata. “Kamu bohongin aku kan, Bi. Kamu nggak serius sama ucapan kamu.” 

“Apa yang dibilang Bintang sama sekali nggak bohong. Dia memang pacar gue,” sahut sosok laki-laki tampan, yang memiliki postur tubuh tinggi tegap seperti Bara. 

Tatapan Bara menajam menatap laki-laki bernama Mario. “Lo ngapain di sini?!” 

Mario memeluk pinggang Bintang di hadapan Bara. “Cewek yang ada di hadapan lo ini adalah cewek gue. Jangan ganggu cewek gue!” 

Emosi Bara terpancing mendengar ucapan Mario. Dia meraih kerah baju Mario. “Berengsek! Bintang itu cewek gue, Sialan!” 

Mario tersenyum sinis. “Yakin? Nyatanya cewek yang lo akuin ini milih gue.” 

Bintang mendorong keras Bara, membela Mario. “Apa-apaan sih, Bar! Tadi kan aku udah bilang putus! Sekarang aku udah bukan pacar kamu lagi!”  

Bara semakin marah, dan mencengkeram tangan Bintang. “Bintang Dilara! Jangan main-main sama aku!” 

“Aku udah tidur sama Mario! Apa yang kamu harapin dari aku?! Kamu ngapain ngejar cewek yang udah jelas-jelas nggak mau sama kamu!” bentak Bintang, menahan air matanya. 

Bagaikan tersambar petir, Bara terkejut luar biasa mendengar ucapan Bintang. Laki-laki tampan itu tak bisa menahan air matanya. Dia meneteskan air mata di hadapan gadis yang sangat dia cintai. 

“K-kamu udah tidur sama Mario?” tanya Bara dengan nada bergetar. 

Bintang mengangguk, menahan air mata. “Iya! Dia bisa kasih kebahagiaan yang kamu nggak bisa kasih.” 

Bara tak kuasa menahan air matanya mendengar fakta yang ada. Laki-laki tampan itu menyeka air matanya berusaha kuat, dan tanpa berkata apa pun lagi, dia berbalik pergi meninggalkan Bintang. 

Tubuh Bintang nyaris ambruk di kala Bara pergi dalam keadaan menangis. Refleks, Mario yang masih memegang Bintang langsung memeluk erat tubuh Bintang, membantu gadis berusia 20 tahun itu untuk tetap berdiri. 

“Bintang, are you okay?” tanya Mario khawatir. 

Bintang menangis seraya menatap lirih Mario. “I’m okay, Mario. Thank you udah nolongin aku.” 

Mario menghela napas dalam. “Harusnya nggak kayak gini. Kamu bisa jelasin ke Bara tentang—” 

“Nggak! Ini udah seharusnya terjadi. Bara punya masa depan yang cerah. Aku nggak mau jadi penghalang dia,” ucap Bintang, dengan air mata yang tak henti lolos. 

***

Tiga minggu berlalu, hidup Bintang tanpa Bara seakan siang tanpa malam. Gadis cantik itu sudah tak lagi bertemu dengan Bara di kampus. Bara merupakan mahasiswa akhir fakultas bisnis, sedangkan Bintang di bawah Bara satu tahun.  

Siang itu, Bintang memutuskan untuk segera pulang ke apartemen yang letaknya di wilayah Jakarta Timur. Gadis cantik itu pulang menggunakan busway, tapi saat di halte—dia merasa perutnya benar-benar aduk. Rasa mual tidak bisa lagi teratasi.

Bintang memilih mengabaikan rasa mualnya. Dia pikir mual ini karena asam lambung, tapi tiba-tiba saja pandangan Bintang mulai buram. Orang yang semakin banyak mengantre di busway, membuat Bintang mulai merasakan sesak luar biasa. Dalam hitungan detik, Bintang jatuh pingsan di halte. 

Seluruh orang yang ada di halte menjerit melihat Bintang jatuh pingsan. Mereka meminta petugas membantu Bintang. Tubuh mungil Bintang dibopong oleh petugas—dibawa ke rumah sakit. 

Aroma rumah sakit menyeruak ke indra penciuman Bintang. Sayup-sayup, gadis itu mulai membuka matanya, dan mengendarkan pandangannya menatap dirinya berada di sebuah ruangan yang dia yakini adalah di rumah sakit. 

“Permisi, Anda sudah siuman?” seorang dokter wanita menghampiri Bintang. 

Bintang memijat keningnya, menatap dokter di hadapannya. “Maaf, Dok. Kenapa saya ada di sini?” 

“Anda pingsan di halte busway. Ada petugas yang membawa Anda ke sini,” jawab sang dokter seraya tersenyum hangat. 

Bintang terdiam mendengar apa yang dikatakan oleh sang dokter. Kepingan memorinya mengingat tentang dirinya yang pulang kuliah, dan merasakan mual luar biasa. Selain mual, dia juga merasakan rasa pusing yang tak teratasi, hingga membuatnya jatuh pingsan. 

“Maaf, saya menyusahkan banyak orang,” ucap Bintang pelan, dan merasa bersalah. 

Sang dokter tetap tersenyum. “Sebagai seorang dokter, sudah tugas saya untuk mengobati pasien saya.” 

Bintang menatap sang dokter. “Saya baik-baik saja, kan, Dok?” 

“Di mana suami Anda?” tanya sang dokter yang sontak membuat Bintang terkejut. 

Kening Bintang mengerut dalam. “Suami? Saya belum menikah. Kenapa dokter menanyakan suami saya?” 

Sang dokter menghela napas. “Anda hamil. Usia kandungan Anda saat ini adalah lima minggu. Tapi, Anda harus tahu bahwa kandungan Anda lemah. Sepertinya banyak beban yang Anda pikirkan. Saya tidak ingin menghakimi Anda. Saran saya segera beri tahu ayah dari calon anak Anda.” 

Tubuh Bintang membeku terkejut mendengar penjelasan sang dokter. Debar jantungnya berpacu dengan kencang. Tangannya sampai berkeringat dingin penuh rasa takut. Berkali-kali, dia menggelengkan kepalanya meyakinkan bahwa apa yang dia dengar ini pasti salah. 

“Tidak mungkin! Dokter pasti salah,” seru Bintang menahan air matanya. 

Sang dokter langsung menyerahkan selembar kertas yang ada di tangannya pada Bintang. “Hasil medis Anda sudah keluar. Di sana sangat jelas bahwa Anda sedang mengandung.” 

Tangan Bintang gemetar memegang selembar kertas itu. Air matanya satu demi satu membasahi pipinya. Dadanya sesak luar biasa, mengetahui fakta di mana dirinya sedang mengandung. 

“Apa yang harus aku lakukan?” gumam Bintang lirih seraya menyentuh perutnya yang masih rata. 

펼치기
다음 화 보기
다운로드

최신 챕터

더보기

독자들에게

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

댓글

user avatar
Bila Talla
sangat bagus
2025-03-04 20:31:07
0
user avatar
Eva Yuliawati
bagus bamget
2025-02-20 09:15:49
0
user avatar
Ummu Syarifah
Ceritanya bagus kak. Lanjutkan
2025-02-12 10:31:55
0
108 챕터
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 책을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 책을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status