분야별
업데이트 중
모두연재 중참여
정렬 기준
모두인기순추천평점업데이트됨
Ditinggal Pacar karena Dikira Miskin

Ditinggal Pacar karena Dikira Miskin

Aku memberi tahu pacarku bahwa keluargaku mencari nafkah dengan memelihara sapi. Jadi, pacarku berpaling dan mendekati wanita lain, direktur perusahaan tempat kami bekerja. Wanita itu kehilangan sebuah gelang berharga. Orang yang pertama dia curigai adalah aku. "Lucy, kalau kamu yang ambil gelang itu, cepat kembalikan. Keluargamu cuma peternak sapi yang bau. Jangan nodai gelang Jillian dengan bau kotoran sapi. Dasar kampungan!" Dia tidak tahu saja kalau sapi yang kumaksud berjumlah puluhan ribu ekor dan kekayaan keluargaku mencapai ratusan miliar.
보기
보관함에 추가
Takkan Kembali ke Dekapan Penderitaan

Takkan Kembali ke Dekapan Penderitaan

Aku sudah delapan tahun menikah dengan suamiku, Rangga. Selama itu, dia sudah membawa pulang 99 wanita lain ke rumah. Sekarang, aku menatap gadis muda yang ke-100 di depanku. Dia menatapku dengan menantang, lalu menoleh dan bertanya, "Pak Rangga, ini istrimu yang nggak berguna itu ya?" Rangga bersandar santai di kursinya sembari menjawab, "Ya." Gadis muda itu berjalan ke arahku dan menepuk pipiku, lalu berkata sambil tersenyum, "Malam ini, dengarkan baik-baik gimana jadi wanita yang hebat!" Malam itu, aku terpaksa duduk di ruang tamu mendengarkan suara erangan dari kamar sampai fajar menyingsing. Pagi harinya, Rangga menyuruhku menyiapkan sarapan seperti biasa. Aku menolak. Sepertinya dia lupa, pernikahan kami hanya pernikahan kontrak. Dan hari ini, adalah tiga hari terakhir sebelum kontrak itu berakhir.
단편 작품 & 소설 · Romansa
9.659.9K 조회수참여
보기
보관함에 추가
Kerja samaku Dengan Tukang Pijat

Kerja samaku Dengan Tukang Pijat

Suamiku membawa pulang selingkuhannya. Karena marah, aku tidur dengan tukang pijat itu. Oleh karena itu, aku tidak hanya menjadi memiliki anak kembar fraternal, tetapi aku juga merasakan kebahagiaan yang belum pernah aku rasakan sebelumnya...
보기
보관함에 추가
Arti Kata Penyesalan

Arti Kata Penyesalan

Setelah terlahir kembali, hal pertama yang dilakukan Amalia Moore adalah berlutut di hadapan kedua orang tuanya. Setiap kata yang terucap dari bibirnya penuh dengan sarat ketulusan. "Ayah, Ibu, tentang perjodohan dengan Keluarga Lewis, aku memilih untuk nikah dengan Joey Lewis." Mendengar pernyataan putri mereka yang begitu tiba-tiba, orang tua Amalia tampak benar-benar terkejut. "Amalia, bukankah orang yang kamu sukai itu Hugo? Lagi pula, Joey adalah paman Hugo." Seakan teringat sesuatu, sorot mata Amalia sedikit berubah. Suaranya mengandung kepedihan yang sulit disembunyikan. "Justru karena aku tahu konsekuensi dari mencintainya, aku nggak lagi berani mencintai." "Ayah, Ibu, selama ini aku nggak pernah minta apa pun dari kalian. Sebagai nona dari keluarga terpandang yang telah nikmati kemewahan dan nama besar keluarga, aku sadar nikah bisnis adalah tanggung jawab yang harus kupikul. Aku hanya punya satu permintaan ini. Tolong, penuhi permintaanku."
보기
보관함에 추가
Penebusanku, Semoga Kau Senang

Penebusanku, Semoga Kau Senang

Pada hari ujian masuk perguruan tinggi, kartu peserta ujian milik sahabat masa kecil pacarku ketinggalan di rumah. Dia bersikeras ingin mengambilnya sendiri. Aku membujuknya agar jangan pergi. Akibatnya, sahabat masa kecilnya itu gagal mengikuti ujian Soshum, lalu karena putus asa, ia melompat dari gedung hingga tewas. Setelah itu, aku dan pacarku diterima di Universitas Teknologi Banduna. Kami berpenghasilan tinggi, hidup mapan, dan pernikahan kami tampak sempurna. Tapi pada hari peringatan kematian sahabat masa kecilnya itu, dia menikamku berkali-kali sampai aku mati. “Kamulah yang membuat dia mati. Kalau waktu itu aku mengambil kartu ujian untuk Xena, dia tidak akan putus asa sampai melompat!” Saat aku membuka mata lagi .... Aku kembali hidup, tepat di hari ujian masuk perguruan tinggi. Suara panik pacarku terdengar di telingaku, “Cindy, aku harus pulang untuk mengambil kartu peserta ujian Xena!” Kali ini, aku hanya tersenyum dan berkata padanya, “Pergilah. Hati-hati di jalan.”
보기
보관함에 추가
Cinta Pertama Suamiku yang Belum Usai

Cinta Pertama Suamiku yang Belum Usai

Setelah aku kembali ke rumah sakit bagian kebidanan dan kandungan, USG janin pertama yang kutangani adalah anak dari suamiku dan cinta pertamanya. Di data pasien tertulis nama suami pasien adalah "Jenson", sama persis dengan nama suamiku. Saat melihat foto Jenson yang menempelkan telinganya di perut hamil Keisha untuk mendengarkan detak jantung janin, mataku seketika memicing. Anak yang mengikuti Keisha dari belakang itu, jelas sekali wajahnya persis seperti aku saat kecil. Padahal, dulu Jenson mengatakan bahwa anakku meninggal setelah dilahirkan. "Selamat ya, Kak Jenson. Kudengar Kak Keisha hamil. Tapi jangan salahkan aku kalau terlalu banyak bicara. Dulu kamu bilang sama Naretta kalau Hana meninggal dini, padahal sebenarnya kamu kasih anak itu ke Kak Keisha untuk dibesarkan. Sekarang mau gimana?" "Ya dibesarkan saja. Keluarga Hanifa nggak kekurangan uang." Ekspresinya dingin dan datar. "Dulu Keisha jadi sulit hamil lagi demi menyelamatkan Nenek. Aku buat Naretta hamil hanya untuk ngasih Keisha seorang anak sebagai kompensasi."
보기
보관함에 추가
Lima Tahun Penantian dalam Sunyi

Lima Tahun Penantian dalam Sunyi

"Mau nggak?" Aku tidak sengaja mengirim pesan tentang janji manikur dan pedikur ke kakak laki-laki sahabatku, padahal seharusnya pesan itu untuk sahabatku sendiri. Sepuluh menit kemudian, aku menerima balasan dari kakaknya: [Mireya ada di bawah, turunlah.] Aku tidak menyangka, selain usianya yang sudah matang, ternyata bagian lain miliknya juga besar. Malam itu, gairah meluap dan semuanya nyaris lepas kendali. Setelah tersadar, dia berjanji akan bertanggung jawab kepadaku. Dia sangat memanjakanku. Apa pun yang kuminta, selalu dia penuhi. Akan tetapi, ada satu syarat, yaitu aku tidak boleh mengaku bahwa aku adalah kekasihnya di depan umum. Lima tahun kemudian, dia pulang membawa seorang wanita. Sambil merangkul pinggang wanita itu, dia menyuruhku memanggilnya "Kakak Ipar". Aku bertanya kepadanya, "Kalau dia kakak iparku, lalu apa arti lima tahun penantianku untukmu?" Pria itu tersenyum santai, tetapi kata-kata yang keluar dari mulutnya membuat sekujur tubuhku terasa membeku. "Menunggu? Memangnya aku pernah memintamu untuk menunggu?" "Aurelia Faresta, ke depannya, jangan pernah lagi mencintai orang dengan begitu tulus kayak gini. Itu sungguh mengerikan." Ternyata, seluruh cinta yang kuberikan dengan segenap jiwa ragaku, hanyalah sebuah beban yang ingin dia hindari. Aku pun mulai mencoba untuk tidak lagi mencarinya, belajar untuk melepaskannya dan akhirnya … pergi meninggalkannya. Namun, seminggu kemudian, saat aku sedang mengucapkan janji suci pernikahan dengan pria lain …. Sosok pria yang dahulu begitu arogan dan penuh gairah itu, kini berdiri di bawah altar dengan mata yang memerah.
보기
보관함에 추가
Niat Jahat Majikanku

Niat Jahat Majikanku

Melamar sebagai pengasuh bayi, aku tak menyangka majikanku, Pak Jeff malah ingin menilai sendiri kelayakanku. “Tak disangka ternyata kamu begitu berisi, sepertinya anakku tak akan kelaparan lagi. Selanjutnya, aku harus periksa kualitasnya.” Demi pekerjaan yang sulit kudapatkan ini, aku menahan rasa malu dan menunjukkan profesionalitasku, tapi tiba-tiba Pak Jeff malah mendekat…. “Ah, jangan digigit….” bisikku pelan, suaraku gemetar tak karuan. “Aku punya gangguan emosi, hanya susu segar yang bisa menenangkanku.” Sejak hari itu, aku harus menyediakan susu segar untuk Pak Jeff dan anaknya setiap hari. Tapi, semua ini malah diketahui oleh ayah Pak Jeff. Suatu malam, tiba-tiba dia memanggilku ke ruang kerja….
보기
보관함에 추가
Menantuku Dari Keluarga Kaya

Menantuku Dari Keluarga Kaya

Pada hari ulang bulan cucuku, aku datang membawa hadiah untuk merayakannya. Menantuku melihat pakaian baruku dan langsung menegur, "Kalau nggak punya uang, jangan pakai barang palsu! Malu-maluin banget!" Besanku malah melemparkan uang 2 juta kepadaku! "Putramu itu menantu keluarga kami, lantas apa hakmu untuk melihat cucuku?" "Ambil uang hasil menjual putramu dan pergi!" Wajahku memucat. Suamiku membelaku, tetapi yang kami dapatkan justru hinaan yang makin parah dari mereka. Namun, pada akhirnya, mereka berlutut memohon kepada suamiku, meminta kami memberi mereka kesempatan untuk hidup.
보기
보관함에 추가
Luka Seorang Ibu Rumah Era 80-an

Luka Seorang Ibu Rumah Era 80-an

"Lina, apa sudah kamu pikirkan baik-baik, setengah bulan lagi kita berangkat ke ibu kota?" Lina Watson menjawab pelan, tetapi tegas, "Ya." "Baguslah! Guru dan istri guru sudah menunggumu di ibu kota." Di seberang telepon, guru tidak tahan untuk bertanya lagi, "Tapi kudengar kamu sudah berkeluarga di sana selama delapan tahun, apa kamu benaran rela meninggalkan ayah dan anak itu? Lalu bagaimana dengan Alan? Kudengar anak itu lebih dekat dengan ayahnya. Apa dia mau ikut denganmu?" Lina tersenyum getir. "Alan sudah nggak mengakui aku sebagai ibunya, mana mungkin dia mau ikut denganku. Aku akan membawa Alicia." Sang guru di seberang hanya bisa menghela napas. "Kalau begitu, karena kamu sudah memutuskan, kita bertemu setengah bulan lagi di stasiun kereta ibu kota."
보기
보관함에 추가
이전
1
...
4142434445
...
50
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status