Ujung Senja
Lagu Melayu lawas menemaniku sepanjang pagi hingga nanti aku ke Lolita siang hari.
Lagu Eddy Silitonga berjudul Ambang Sore, bergema di udara. Mulutku bernyanyi mengikuti suara merdu penyanyi aslinya. Anganku melayang ke kampung halaman yang sudah tiga puluh tahun aku tinggalkan. Pun mendengarkan lagu ini selalu membuatku merindukan Fahmi. Apa kabar lelaki itu? Masihkah dia ingat padaku? Setelah semua luka yang aku gores di hatinya?
“Tiap sore, kunantikan, di simpang tiga titian. Dengan debar pengharapan, namun dikau tiada datang.”
Hot Chapters