Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Our Luna

Our Luna

Ujar Januar dengan serius. Orang yang ada diseberang telepon terkekeh kecil. [“Pantau saja dia untuk saat ini, aku punya kejutan kecil untuknya,”] perintah suara diseberang sana. Januar mengangguk lalu memutuskan sambungan teleponnya secara sepihak. “Apa yang sedang kau rencanakan pada sang Luna, bos?”
2.0K viewsOngoingAdded to Library 81 Times as sunset limited
Read
+Library
Ditalak Usai Resepsi

Ditalak Usai Resepsi

Pandangannya kemudian dialihkan ke Sang Surya yang nampak bulat seperti tampah dengan warna merah tua itu, yang sudah mulai tergelincir di ufuk barat, kemudian tenggelam di permukaan laut. "Sunset yang indah, maasyaa Allah," gumam Riris penuh takjub pada ciptaan Allah Yang Maha Agung itu. Tak terasa tangan Bagas menyentuh tangan Riris dan menggenggam erat penuh kehangatan. Riris selalu mensyukuri saat-saat seperti itu di tiap sore, menikmati senja bersama suami tercinta.
1029.9K viewsCompletedAdded to Library 776 Times as sunset limited
Read
+Library
TUAN MUDA KAMU YANG KUTUNGGU

TUAN MUDA KAMU YANG KUTUNGGU

Arnold menyahut, “Tentu. Aku tahu kamu nggak bisa romantis tanpa makanan.” “Ha-ha-ha!” Mereka berdua tertawa, saling menyuapi satu sama lain dengan t***s sambil menikmati angin yang membelai rambut dan wajah mereka. Warna langit berubah dari jingga ke merah muda, lalu ke ungu lembut. Perlahan, bintang mulai muncul satu per satu di langit senja. “Aku nggak pernah membayangkan bisa melihat sunset seindah ini, bareng suami sendiri, di atas kapal,” ucap Marsha sambil tersenyum simpul.
10871 viewsCompletedAdded to Library 30 Times as sunset limited
Read
+Library
Suami Rahasiaku Ternyata Paman Tiriku

Suami Rahasiaku Ternyata Paman Tiriku

Zoe tersenyum lebar dengan reaksinya. Mereka sepakat duduk berselonjor di hamparan pasir putih yang jauh dari bibir pantai. Menghadap sisi barat searah posisi lautan yang sebentar lagi benar-benar akan menenggelamkan matahari. Warna orange, jingga, kuning emas, dan merah telah berpadu membentuk warna khas sunset di ufuk barat. Siap menutup tirai senja dan membuka tabir malam yang bergulir dalam waktu singkat.
105.4K viewsCompletedAdded to Library 198 Times as sunset limited
Read
+Library
Temen Tapi Demen

Temen Tapi Demen

Akan tetapi, Shasa masih saja kesal. "Kalau pulang jangan malam terus dong? Kan, aku jadi bosan," jawabnya. "Ya, kan, udah tau sendiri kalau bantuin Bapak selalu begini. Ya udah, sebagai permintaan maaf, besok kita ke rumah kamu. Tapi sore ya? Sekalian liat sunset. Mau kan?" bujuk Soni. Mendengar sunset, Shasa sedikit tergoda. Sudah lama ia tak pernah melihatnya. Terakhir dulu pas naik sepeda sama Soni. Setelah itu sudah tidak pernah lagi.
108.2K viewsCompletedAdded to Library 196 Times as sunset limited
Read
+Library
Sebening Senja

Sebening Senja

Sedangkan Senja, akhirnya meleburkan diri dengan Cyntha dalam obrolan. Kehidupan Senja tengah berada di atas titik kulminasi. Muda, tampan, sukses. Perusahaan tambang Pratama Corporation yang kini dikelolanya mengalami perkembangan pesat. Beberapa investor bergabung di sana. Bahkan kiprahnya sebagai pengusaha dilirik sebuah partai besar.
2.9K viewsOngoingAdded to Library 108 Times as sunset limited
Read
+Library
KISAH PANAS PERJALANAN BULAN MADU WILLIAM DAN AMELIA

KISAH PANAS PERJALANAN BULAN MADU WILLIAM DAN AMELIA

bisik Amelia, memeluk lengan suaminya. Menjelang matahari terbenam, mereka naik ke area batu besar di sisi pantai yang memberikan pandangan lebih luas ke lautan. Matahari mulai turun perlahan, langit berubah menjadi gradasi oranye, merah muda, dan ungu yang menawan. William mengeluarkan kamera dari tas. “Satu foto lagi, buat koleksi Sunset of Us.” “Ha-ha-ha!’ Amelia tertawa dan berdiri dengan latar matahari tenggelam. William mengambil beberapa foto, lalu mendekatinya dan berkata, “Sekarang giliranku bareng kamu.”
101.2K viewsOngoingAdded to Library 42 Times as sunset limited
Read
+Library
Love at The Sunset

Love at The Sunset

“Ia, karena ini wilayah perbatasan jaringan cukup jelek. Akses internet tidak bisa di lakukan kecuali pergi ke hotel dekat sini atau ke kota,” “Aku harus menghubungi temanku,” kata Vinara. “Kau tidak bisa menggunakan Smartphone di sini, hanya bisa mengunakan Ponsel biasa saja,” kata Adra. “Siapa pria yang berbicara dengamu tadi?” tanya Adra. “Oh. Dia Aufal, petugas medis,” “Kau mengenalnya?” “Em. Sangat mengenalnya,” kata Vinara. “Dia mantan pacarku,” kata Vinara lagi membuat Adra terkejut.
2.2K viewsOngoingAdded to Library 84 Times as sunset limited
Read
+Library
Suatu Senja di Tanah Senja

Suatu Senja di Tanah Senja

Mardian menghempaskan tubuh Parta kembali ke kursinya. “Tentu saja, Kawan. Tentu saja,” sahut Parta sambil berusaha mengatur kembali napasnya. Siang itu alun-alun kota bermandikan cahaya kuning kemilau yang unik. Hanya cakrawala nun jauh di balik pegunungan yang menyiratkan sedikit rona kebiruan dengan beberapa gurat awan putih yang bergulung-gulung naik menghindari tiupan angin. Seorang pengemis tua renta duduk bersila dengan kedua tangan terbuka mengharap belas kasih. Matanya yang berawarna abu-abu menatap hampa, tak tersentuh cahaya apalagi panas matahari. Mardian mengambil selembar uang pecahan seratus rupiah dari sakunya dan meletakan di tangan pengemis buta itu. Segera setelah merasaka
105.2K viewsOngoingAdded to Library 181 Times as sunset limited
Read
+Library
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status