Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Maaf, Aku Bukan Orang Kaya

Maaf, Aku Bukan Orang Kaya

Widanish
Aku bukan orang kaya, tapi aku menikah dengan orang kaya bermodalkan cinta dan ketulusan untuk mengabdi pada suami dan keluarganya. Tapi ternyata ketulusan itu tidak berlaku di zaman sekarang. Yang laku itu hanya uang, uang, dan uang. Semuanya adalah tentang uang. Lalu bagaimana aku yang bukan orang kaya ini bisa membuat mereka bertekuk lutut?
Rumah Tangga
2.1K viewsOngoing
Read
Add to library
Maaf, Mas, Aku Memilih Bercerai

Maaf, Mas, Aku Memilih Bercerai

Semua berawal dari pengkhianatan suamiku, ia menghadirkan duri dalam rumah tangga kami. Pernikahan yang sudah berjalan selama 5 tahun tersebut di paksa berakhir, lantaran aku memutuskan untuk bercerai. Bukan tanpa alasan, selama masih bisa melawan, kenapa aku harus diam. Belum lagi, rahasia demi rahasia yang disembunyikan Iparku terbongkar. Sanggupkah diri ini bertahan? Menata serpihan hati yang berhamburan, atau justru sebaliknya?
Romansa
9.5127.4K viewsCompleted
Read
Add to library
MAAF MAS, BUKAN SALAH RAHIMKU

MAAF MAS, BUKAN SALAH RAHIMKU

Mommy_daff
Perjuangan Lisa dalam mengarungi bahtera rumah tangga tidaklah mudah, saat dirinya tak juga kunjung hamil, desakan dari sang ibu mertua datang, Lisa diminta untuk mengizinkan Pandu--suaminya, untuk menikah lagi. Kabar itu pun sampai hingga ditelinga orang tua Lisa, membuat penyakit jantung sang ayah kambuh hingga harus dirawat di rumah sakit. Di saat itulah, Lisa kembali bertemu dengan Ryan--pria yang dulu begitu mencintainya. Namun, Lisa tak terpengaruh. Dia tetap berusaha mempertahankan pernikahannya, bahkan mengajak Pandu melakukan program hamil. Namun, sesuatu terjadi pada hasil tes kesuburan mereka, yang menyebabkan pernikahan mereka terguncang, tabir rahasia terungkap hingga membuat kesetiaan di uji. Mampukah Lisa mempertahankan pernikahannya? Atau malam memutar haluan?
Rumah Tangga
101.3K viewsOngoing
Read
Add to library
Kata Cinta Membuat Sakit Hati

Kata Cinta Membuat Sakit Hati

Aku sedang hamil empat bulan, tetapi suamiku yang seorang dokter membatalkan janjinya sebanyak 16 kali untuk kami mengurus surat nikah. Pertama kali, perawat kecilnya pingsan karena melihat darah saat operasi. Aku menunggunya seharian di depan Kantor Catatan Sipil. Kedua kalinya, begitu perawat kecilnya menelepon, dia meninggalkanku di jembatan layang, hanya untuk membelikan pembalut untuk si perawat kecil. Setelah itu, setiap kali kami berencana untuk mengurus surat nikah, perawat kecilnya selalu saja membuat masalah. Terakhir kali, aku mendengar suamiku sedang sakit. Aku bergegas datang ke rumah sakit di tengah hujan deras, tetapi ternyata yang sakit adalah si perawat kecilnya. Pria itu menjaga perawat kecilnya di samping tempat tidur tanpa beranjak sedikit pun, berbohong padaku tanpa perubahan ekspresi lewat telepon. Pada saat itu, aku mulai membenci pria itu. Aku dengan tegas menggugurkan kandungan, lalu pergi. Namun, pria itu malah mengejarku hingga ke luar negeri, meminta maaf padaku.
Short Story · Romansa
13.6K viewsCompleted
Read
Add to library
MAAF, AKU SELINGKUHAN SUAMIMU, MBAK

MAAF, AKU SELINGKUHAN SUAMIMU, MBAK

Rena berusaha tetap tenang dan cuek setelah mengetahui perselingkuhan suaminya. Alih-alih marah, ia malah mendukung dan berusaha menyatukan suami dengan wanita selingkuhannya yang tak lain adalah sahabat dekatnya. Apa yang membuatnya tetap bisa tersenyum dan tak pernah menunjukkam gurat kekecewaan diwajahnya. Apakah ia benar-benar ikhlas menerina nasib atau ada alasan lain yaitu hadir seorang lelaki yang selama ini selalu dekat dengannya?
Romansa
1018.9K viewsCompleted
Read
Add to library
Sayangnya Tak Ada Kata Andaikan

Sayangnya Tak Ada Kata Andaikan

"Bu Juvena, apa Anda yakin ingin menayangkan foto dan video Pak Silvano dengan Nona Marisha pada hari pernikahan?" Juvena terhenti sejenak, lalu dengan tegas menjawab, "Aku yakin." "Oh ya, sekalian bantu aku urus visa. Pada hari pernikahan aku harus ke luar negeri, jangan sampai ada yang tahu." Setelah menutup telepon, Juvena berdiri lama di dalam kamar. Pagi ini saja, Juvena menemukan rumah kecil tempat tinggal tunangannya bersama cinta pertamanya. "Marisha, kalau kamu sungguh tak rela aku menikah, sebulan lagi datanglah. Rebutlah aku, dan jadilah pengantinku!" Begitu sampai di pintu, Juvena mendengar Silvano menyerukan kalimat itu kepada Marisha. Detik berikutnya, keduanya tak bisa menahan diri dan saling berciuman. Melihat adegan itu, jantung Juvena hampir meledak. Dia menahan diri untuk tidak menerobos masuk, lalu berbalik dan pergi. Pada saat itu juga, dirinya telah diam-diam membuat keputusan yang akan mengejutkan semua orang. Di hari pernikahan sebulan kemudian, sebelum rencana mereka untuk merebut pengantin terjadi ... Juvena akan kabur dari pernikahan!
Short Story · Romansa
23.2K viewsCompleted
Read
Add to library
MAAF, ANAK IBU CUMA GURU SD!

MAAF, ANAK IBU CUMA GURU SD!

Bu Vamela tiba-tiba memutuskan pertunangan anaknya, Bara dengan Jingga. Alasannya sepele, hanya karena Jingga cuma seorang guru SD. Menurut Vamela, Jingga tak cocok bersanding dengan putranya---Bara. Padahal Jingga rela menunggu Bara menyelesaikan kuliahnya hingga S2. Namun, setelah itu hanya kepahitan yang ia terima. Mampukah Jingga melangkah tegap setelah terjatuh dalam kehancuran cintanya? Akankah dia melabuhkan hati pada seorang duda beranak satu yang begitu dingin dan kaku. Banyu namanya. Dia cuek dan terkesan tak tertarik dengan Jingga. Namun, Bu Fera---Ibu kandung Banyu memaksa mereka untuk dekat dengan alasan ada Aluna---gadis berusia enam tahun yang membutuhkan sosok Ibu seperti Jingga.
Romansa
10111.0K viewsCompleted
Read
Add to library
Maaf, Om, Saya Masih Punya Suami!

Maaf, Om, Saya Masih Punya Suami!

Ditaksir bos tampan dan kaya adalah sebuah cobaan berat bagiku yang saat ini masih berstatus istri yang diabaikan. Mampukah aku mempertahankan harga diri ini sebagai istri atau justru hanyut dalam pesona pria empat puluh lima tahun yang aku panggil Om Leon?
Romansa
1028.3K viewsCompleted
Read
Add to library
Saat Cerai Bukan Lagi Sekadar Kata

Saat Cerai Bukan Lagi Sekadar Kata

Cinta lama Yohan baru saja bercerai. Malam itu, Yohan melemparkan surat cerai yang ke-99 padaku. "Chika lagi patah hati, dia belum bisa bangkit dari kesedihan. Aku harus menjaganya." Anak laki-lakiku yang berumur tujuh tahun juga ikut menasihati. "Kamu cepat pergi saja, biar Tante Chika pindah ke sini. Rumah kita nggak butuh pembantu seperti kamu." Ayah dan anak itu yakin aku akan marah-marah, menangis, dan memohon supaya mereka tidak mengusirku. Tapi kenyataannya, aku hanya mengangguk pelan. Lalu diam-diam menandatangani surat cerai itu. Sepuluh tahun kemudian, anakku diwawancarai sebagai peraih nilai tertinggi ujian nasional. Wartawan bertanya padanya, "Nak, apa yang membuatmu tetap semangat belajar selama ini?" Dia terdiam sejenak, matanya memerah di depan semua orang. "Karena aku ingin bilang ke Ibu, aku sudah dewasa sekarang. Bisa nggak Ibu pulang? Jangan tinggalkan aku lagi."
Short Story · Romansa
3.1K viewsCompleted
Read
Add to library
Kata Mereka, Aku Suka Cari Perhatian

Kata Mereka, Aku Suka Cari Perhatian

Aku meninggal di hari aku memenangkan Penghargaan Doktor Medis Global. Tiga jam setelah kematianku, orang tua, kakak laki-laki, dan tunanganku baru saja pulang dari pesta ulang tahun ke-16 adik perempuanku. Ketika adikku mengunggah foto keluarga kami saat merayakan ulang tahunnya di media sosial, aku sedang terbaring di ruang bawah tanah yang tertutup rapat dan berlumuran darah. Aku mencoba menggunakan lidahku untuk menggeser layar ponsel dan meminta bantuan. Di antara kontak darurat, hanya tunanganku yang menjawab panggilanku. Artinya orang tua dan kakakku telah memblokir nomorku. Begitu telepon diangkat, tunanganku hanya mengucapkan satu kalimat, “Karin, pesta ulang tahun Lina yang ke-16 itu sangat penting. Jangan pakai alasan nggak masuk akal untuk cari perhatian kami dan bersikap manja lagi!” Dia menutup telepon dan memutus harapan terakhirku untuk bertahan hidup. Jantungku berhenti berdetak karena nada sibuk telepon. Ini adalah ke-100 kalinya mereka memilih adikku, ke-100 kalinya mereka mengabaikanku, mengecewakanku, dan ini juga yang terakhir. Aku terbaring di dalam genangan darahku sendiri, merasakan napasku perlahan berhenti. Mereka mengira aku kabur dari rumah lagi sebagai alasan untuk melampiaskan ketidakpuasanku. Mereka pikir bahwa selama mereka memberiku pelajaran, aku akan kembali dengan patuh seperti 99 kali sebelumnya. Sayangnya, itu tidak akan terjadi kali ini. Karena aku tidak pernah meninggalkan rumah, aku terus terbaring di ruang bawah tanah rumahku.
Short Story · Realistis
5.7K viewsCompleted
Read
Add to library
PREV
123456
...
50
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status