Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
DINODAI SUAMI SENDIRI

DINODAI SUAMI SENDIRI

'Zeiiiinnn. ***********
9.6124.1K viewsCompletedAdded to Library 4.6K Times as decem
Read
+Library
DEMONice

DEMONice

gumam Tito Rommel. “Dia adalah Charles Flemish, 16 tahun. Dia baik dan baik, dia suka bermain bola basket dan sepak bola, dia suka mendengarkan musik, dia suka membaca buku... Bu, aku 100% yakin tentang dia, dia mencintaiku dan aku juga mencintainya, dia berkata padaku aku gadis yang ingin dinikahinya saat kita besar nanti.” “Tetap saja, kamu belum 18 tahun! Kamu masih melanggar aturan, Sara!” Saya bisa merasakan kemarahan dalam suara Tito Rommel. Aku menggigit bibir bawahku sambil hanya melihat mereka.
1.3K viewsOngoingAdded to Library 46 Times as decem
Read
+Library
LEMBUR TENGAH MALAM

LEMBUR TENGAH MALAM

Dengan tangan gemetar, Gracya memungut kertas itu. Di bagian atas tertulis: "Proyek Penyelamatan Besar - Fase 1: Komunikasi dengan Pasien Terminal". Di bawahnya ada daftar nama dan tanggal kematian. Yang membuat Gracya terkejut, semua tanggal kematian jatuh pada tanggal 15. Saat Gracya hendak membaca lebih lanjut, sebuah bayangan jatuh di atasnya. "Kembalikan itu."
1.0K viewsOngoingAdded to Library 41 Times as decem
Read
+Library
Choice

Choice

“Ibu rasa cukup perkenalannya. Kita mulai pelajaran bahasa inggris hari ini dengan tema conjunction. Siapa yang bisa sebutkan jenis-jenis conjunction, ibu kasih poin 5.” Beberapa murid mengangkat tangannya ke atas. Maya menunjuk murid perempuan berambut keriting. “Good, five point for you. Ok, guys, we,” “Aksen ibu nggak banget, deh,” Celetuk Ray. “Kuping saya berasa gatel. British nggak, American juga nggak. Logat Indonesianya masih kental. Saya merasa nggak belajar bahasa inggris. Kok, bisa sekolah bergengsi seperti ini nerima ibu ngajar? Ibu punya koneksi kuat, ya, di sekolah ini?”
101.8K viewsOngoingAdded to Library 45 Times as decem
Read
+Library
VERDINDA

VERDINDA

jawabnya berbicara sendiri. Mungkin butuh waktu kira-kira delapan tahun, jika dimulai dari sekarang. Ketika kamu dan aku berumur delapan belas tahun. Hitung saja berapa umur kita delapan tahun ke depan. Dinda pun menuruti permintaan Verdi, dengan menghitung umurnya menggunakan jari-jari kecilnya. Didapat umur duapuluh enam tahun. Sudah kerja? "Dua puluh enam?"
103.6K viewsOngoingAdded to Library 72 Times as decem
Read
+Library
Exit

Exit

April memulai candaannya. “Dih, apaan, sih.” Aku berseru sebal. “Mas-mas mana yang bakal mau sama aku,” ketusku. Di jalanan sebelah, setelah melewati lampu merah juga pertigaan dengan jam besar di tengah jalan. Ada satu SMA yang termasuk dalam sepuluh besar urutan SMA paling terfavorite di kota. Kalau dalam hitungan terfavorite di daerahnya, mungkin bisa masuk lima besar.
102.6K viewsOngoingAdded to Library 68 Times as decem
Read
+Library
Sadena

Sadena

Gue nggak mau mengecewakan lo, Sel. "Sepuluh." Dan wasit mulai menghitung mundur jawaban Sadena. Suasana kian tegang. Para penonton kompak bersorak 'bangun-bangun' sekeras mungkin. "Sembilan... delapan..." Sadena masih diam, mata cowok itu berulang kali terpejam. Sesekali ringisan keluar dari mulutnya. Steve mengusap gusar wajahnya. "Dena, ayo bangunn." Suara lembut itu.
1011.7K viewsCompletedAdded to Library 349 Times as decem
Read
+Library
DINAR

DINAR

kata raccel dengan lembut Dinar berfikir siapa lagi itu tuan harsaw katanya dalam hati, sungguh aneh semuanya terasa ikut jamuan makan para petinggi negara. Dinar diam saja dengan semua pertanyan didalam hatinya. Tidak berselang lama dia melihat seorang sudah agak berumur dengan rambut putih penuh uban melewati pintu dan menuju tempat duduk yng diujung sana. Dengan senyuman yang khas. "selamat siang kakek" sahut raccel
105.7K viewsCompletedAdded to Library 164 Times as decem
Read
+Library
Dia

Dia

Setelah sekiranya sudah komplet, Lea melanjutkan, "Itu aja Mang Ade." Mang Ade menyebutkan ulang semua pesanan Lea secara terperinci seperti yang ia tulis. Setelah sudah di bilang oke oleh Lea, pria paruh baya itu melanjutkan, "Ooooke! Meja nomor berapa neng geulis?" "127 Mang," "Siap neng. Di tunggu ya," "Oooke!" seru Lea mengikuti seruan khas Mang Ade.
102.6K viewsOngoingAdded to Library 89 Times as decem
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status