Ada sesuatu yang menyentuh hati ketika mendengar seseorang mengucapkan 'aku tidak pantas dicintai'. Rasanya seperti ada luka yang dalam, tapi juga keinginan untuk dipahami. Aku pernah mengalami fase itu dulu, dan dari pengalaman pribadi, perasaan ini biasanya muncul dari campuran pengalaman masa lalu, tekanan sosial, dan cara kita memandang diri sendiri. Misalnya, orang yang tumbuh di lingkungan dimana kasih sayang bersyarat—dicintai hanya jika berprestasi atau memenuhi harapan—lambat laun mulai percaya bahwa cinta harus 'dibeli' dengan usaha. Ketika mereka gagal memenuhi standar itu, muncul keyakinan bahwa mereka tidak layak.
Selain itu, media dan budaya pop sering membanjiri kita dengan gambaran 'ideal' tentang bagaimana seseorang 'seharusnya' dicintai. Karakter-karakter di 'Kaguya-sama: Love is War' atau 'Your Lie in April' sering digambarkan harus melalui penderitaan dulu sebelum layak dapat cinta. Tanpa disadari, ini bisa bikin kita merasa bahwa kita perlu 'sempurna' atau 'menderita' dulu sebelum pantas dapat kasih sayang. Padahal dalam realitas, cinta tidak selalu tentang menjadi yang terbaik atau paling menderita—kadang cuma tentang menemukan seseorang yang melihat nilai kita apa adanya.
Ada juga faktor internal seperti overthinking. Aku ingat dulu sering terjebak dalam lingkaran pikiran: 'Kalau aku saja tidak menyukai diriku, bagaimana orang lain bisa?' Ini seperti adegan di 'Oregairu' dimana Hikigaya terus meragukan niat tulus orang sekitar karena trauma sosial. Butuh waktu untuk menyadari bahwa self-worth bukanlah mata uang yang perlu kita kumpulkan untuk 'membeli' cinta orang lain. Proses menerima bahwa kita bisa dicintai tanpa syarat—seperti karakter Nobara di 'Jujutsu Kaisen' yang belajar menerima dukungan temannya—itu lambat dan personal banget.
Yang paling penting, perasaan 'tidak pantas dicintai' ini seringkali adalah suara kritik internal yang terlalu keras, bukan fakta. Seperti plot twist di 'March Comes in Like a Lion' dimana Rei baru menyadari di akhir bahwa orang-orang memang mencintainya dengan cara mereka sendiri—kita sering butuh perspektif baru untuk melihat bahwa kita sudah dicintai, hanya saja bentuknya mungkin tidak selalu seperti yang kita bayangkan. Jadi buat yang merasa begitu, mungkin coba ingat-ingat lagi momen kecil dimana seseorang menunjukkan mereka peduli—seberapa remeh pun itu—karena cinta sering muncul dalam bentuk yang sederhana, bukan grand gesture seperti di anime atau drama.