Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
HIATUS

HIATUS

Lia secara bergantian. Dr. Lia ditatapnya sekilas, sedetik kemudian aku ditatapnya lama. Lautan matanya menggambarkan berbagai perasaan hati; rindu yang amat dalam yang tertuju padaku, rasa kesal karena tubuhnya masih seperti ibu hamil, perasaan cinta yang terkunci di balik pintu tersembunyi dan tersinggung, karena sebelumnya aku mengakuinya ‘bodoh’.
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai lightly
Baca
+Pustaka
Why

Why

jawab Aina dengan nada sedikit keras, bahkan tanpa sadar ia membentak Jaden. Jaden yang melihat itu sama sekali tidak merasa marah, ia malah senang ketika Aina dengan lembut menyentuh luka di tangannya. "Saya tidak apa-apa, makanya saya bilang ini luka kecil," jelas Jaden berusaha menenangkan Aina. "Hiks, apanya yang tidak apa-apa. Luka ini parah, dan sepertinya dalam sekali. Bahkan jahitan dalam luka ini juga panjang.''
1014.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 378 kali sebagai lightly
Baca
+Pustaka
Shadow

Shadow

Luisha hampir menjerit kejita mendengar ucapan Mauryn tadi saking terkejutnya. "Iya, Lu." "Akhirnya setelah setahun kita temenan, kita bisa jalan bareng," ucap Luisha dengan nada seperti orang menangis. "Kamu hiperbola banget, ya, Lu," sindir Mauryn. "Hehe, oke oke. Kita mau jalan kemana?" tanya Luisha antusias. "Aku shareloc. Aku matiin, ya, bye." Tut ... tut ... Setelah sambungan terputus, Mauryn langsung mengetikkan pesan untuk berbagi lokasi taman yang akan dikunjungi dengan Luisha. Tak lupa juga ia mengirimkan pesan pada seseorang yang Mauryn anggap sebagai mood boster.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai lightly
Baca
+Pustaka
Difficult

Difficult

Leo memutar bola matanya malas. “Gimana pendekatanmu sama janda?” Leo menatap bingung dengan pertanyaan Tian yang tiba-tiba dan mengubah pembicaraan “Aku tahu dari Tari yang selalu bicara gimana kamu dekatin janda, mau saran?” “Saran dari mas kebanyakan sesat.” Leo mencibir perkataan Tian, membuatnya menatap tajam pada Leo. “Kamu lupa kalau mas ini duda?”
6.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 176 kali sebagai lightly
Baca
+Pustaka
YOU

YOU

“Lo mau pesen apa? Biar gue pesenin sekalian” “Nanti aja gue pesennya. Lo mau pesen sekarang emang, Lun?” “Tadinya, tapi karna lo pesennya nanti, yaudah gue juga nanti aja deh pesennya.” “Yeh anak labil dasar.” “Hahahaha biarin, yang penting Bahagia”
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai lightly
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status