Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Memory

Memory

Ada geleyar nyeri menyusup perlahan di aliran darah. "Ada Pak Aksara juga," lanjut Lenni. Aku menarik nafas panjang, meredam rasaku yang entah apa. Kecewa? Sedih? Patah hati? "Tolong, antar lemon tea ini." Lenni menaruh nampan berisi tiga gelas es lemon tea. "Kamu saja, Len," tolakku. Lenni membulatkan matanya. "Sudah sana kamu saja."
107.9K viewsCompletedAdded to Library 261 Times as lightly
Read
+Library
City Light

City Light

Tidak masalah, aku bisa memakannya sedikit untuk menghargai pemberiannya. "Oh, ya ampun, minus sekali," gumamku lirih. "Apa?" "Tidak ada, aku hanya merasa sedikit tidak nyaman." "Kau tidak menyukai tempatnya? Tempat ini sangat bagus dan terkenal. Apa kau tidak tahu?" "Tuan, tidak semua hal harus kuketahui." Aku tersenyum tipis.
103.6K viewsOngoingAdded to Library 143 Times as lightly
Read
+Library
LIGNEE

LIGNEE

Kevin berteriak dari lantai dua. "Aku tidak percaya itu!" sahut Sasha. "Ya, datang dan lihat." "Apa maksudmu?" "Benar-benar ada gym." Kevin mengambil barbel kecil. "Aku sangat kuat, tahukah kamu? Aku bisa mengangkat ini." "Berhenti! Hati-hati, itu sangat berat!" "Lihat!" Kevin mulai memperagakan gerakan gym. "Anak hebat." Puji Sasha.."Luar biasa, kau berhasil."
104.7K viewsOngoingAdded to Library 118 Times as lightly
Read
+Library
Hati yang lemah

Hati yang lemah

fireee eoeoeo fireee. .ssak da bultebora bow bow bow' Levi Sweatdrop melihatku yang sebelumnya mengalami gejala 4 L , letih, lelah, lesu, lemas. Menari dengan semangat yang membara di sekujur tubuhku.
2.8K viewsOngoingAdded to Library 97 Times as lightly
Read
+Library
Greedy

Greedy

Dia mengelus-elus pergelangan tangannya yang terasa sakit. Di dalam ruangan berwarna putih itu terdapat dua buah AC. Akan tetapi, Bara tetap saja merasa gerah ditambah gelisah. Akhir-akhir ini dia sulit untuk fokus dan sering melamun. Entah apa yang ada di dalam pikirannya saat ini. Bara memainkan pulpen di tangannya dan menggigitnya. Dia terus menggigit pulpen itu dan akhirnya membuangnya ke sembarang tempat.
105.2K viewsCompletedAdded to Library 146 Times as lightly
Read
+Library
HEAVY

HEAVY

“Lain tau. Satu tambah satu ya dualah. Kamu ini bodohnya natural sekali.” Renata ternganga mendengar ucapan Tara. Bisa-bisanya pria yang berusia dua tahun dibawahnya itu mengejeknya bodoh. Kurang ajar sekali. Mengembuskan napas kesal, Renata memilih menatap ke arah lautan biru dan mengabaikan keberadaan Tara. “Dih ngambek.” “Jangan ngambek, ntar tambah jelek loh.”
103.3K viewsOngoingAdded to Library 69 Times as lightly
Read
+Library
Exit

Exit

Dalam hati aku menebak kalau tea jus yang dipesan April adalah tea jus rasa lemon. “Lin.” April membuka suara, berusaha memotong mie yang panjang di dalam mangkok dengan sendoknya. “Apa?” Aku merespon panggilan, sebelum akhirnya memasukkan satu suap mie ke dalam mulut, menatap April, menunggu kalimat selanjutnya. “Kamu ada rencana akan masuk sekolah mana lulus nanti?” Satu pertanyaan klise dari April, ia masih keukeh memotong mie dengan sendok.
102.6K viewsOngoingAdded to Library 84 Times as lightly
Read
+Library
Unexpected

Unexpected

Walau area sensitifnya tidak nyeri seperti tadi, tapi ia masih sangat pelan saat berjalan. Helena melihat Diandra tengah menatap nanar layar televisi yang masih menyuguhkan video dijeda tersebut. Ia mengernyit saat melihat ponsel laki-laki yang tadi menyiksanya dan membuatnya seperti sekarang masih tergeletak di atas coffee table. “Gara-gara ini kamu diperlakukan tidak manusiawi olehnya, Len?” tanya Diandra penuh amarah.
9.838.1K viewsCompletedAdded to Library 799 Times as lightly
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status