Filtres
Updating status
AllOngoingCompleted
Trier par
AllPopulairesRecommandationsNotesMis à jour
PLAYER

PLAYER

“Maaf, maaf. Bukan karena presentasinya kok, silakan lanjutkan.” Seorang lelaki yang memegang laser pointer masih berusaha menenangkan debaran jantungnya setelah beberapa detik sebelumnya mendengar umpatan dari sang direktur. Sinar kecil yang terarah ke layar LCD kini bergoyang karena tangannya masih bergetar hebat, meskipun Ervin sudah mengatakan kalau ia bukan mengumpati presentasinya. “Lihat tu, anak orang gemeteran!” bisik Lily.
1038.6K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 809 fois en tant que lightly
Read
+Librairie
Tes

Tes

Aura Lika 12268
Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test
1.3K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 35 fois en tant que lightly
Read
+Librairie
YOU

YOU

warning ada adegan +++++ Happy reading guys 😘 Kesya mengerjapkan kelopak matanya berulang kali, mencoba untuk menyesuaikan dengan intensitas cahaya yang sudah menelisik menerangi kamar itu. Perlahan dia menjauhkan diri dari dekapan laki-laki yang kini memeluknya namun, tubuhnya sama sekali tidak bergerak. Kesya menyadari bahwa ada tangan besar yang menahan tubuhnya. Dia menghela nafas pasrah, lilitan di tubuhnya sangatlah kuat, sangat sulit untuk melepaskan diri dari dekapan itu. Kesya tertegun ketika melihat pahatan sempurna di hadapannya, tanpa sadar kedua sudut bibirnya terangkat. Tangannya bergerak, membiarkan jari telunjuknya menelusuri seluruh wajah pria itu mulai dari mata, hidung, p
9.911.0K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 429 fois en tant que lightly
Read
+Librairie
Bukan Jodoh Pilihan

Bukan Jodoh Pilihan

Hahaha. *****
1033.5K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 837 fois en tant que lightly
Read
+Librairie
Liara

Liara

Hanya berakhir seperti ini. Liara tidak pura-pura tak melihatnya. Perempuan itu menanggapi ucapan Hagan, tetapi hanya sebatas melirik sebentar. Mengangguk, berdeham atau menggeleng. Paling jauh, menjawab dengan kata 'entah'. Liara hanya bersikap sewajarnya saat Hagan meminta jatah. Dan hal itu membuat si lelaki semakin merasa tak nyaman.
9.534.8K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 1.3K fois en tant que lightly
Read
+Librairie
Me

Me

sambung gadis itu dengan ramah. Lea masih menundukkan wajahnya, kini dia kembali mengingat apa yang dia tulis pagi tadi, tentang kejadian yang dia abadikan. Dia adalah gadis yang menendang bangku dan mencelanya. Lea memang suka menulis kejadian-kejadian yang terjadi setiap tiga jam sekali, dia juga terkadang memfoto beberapa orang yang berkaitan dengan kejadian itu. Lea meskipun cerdas tapi dia memiliki ingatan yang sedikit buruk.
2.6K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 59 fois en tant que lightly
Read
+Librairie
MATE

MATE

Aku tak tau Stiff akan berpikir hingga sejauh itu. “Itu tidak mungkin Stiff!” seru Lily yang tawanya mulai mereda. Wajah gadis kecil itu sudah tidak lagi menunjukkan rasa takut. “Laki-laki tidak boleh takut pada apapun Stiff!” seru Maro sambil tertawa melihat saudaranya yang sudah pucat seperti mayat karena ketakutan.
109.4K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 337 fois en tant que lightly
Read
+Librairie
HURT

HURT

Kemudian, disesapnya minuman itu perlahan, menikmati sensasi manis dan sedikit pahit yang menyentuh permukaan lidahnya. Cokelat panas, minuman favoritnya ini memang selalu menjadi senjata paling ampuh untuk mengusir lelah dan penatnya. “Ponselmu.” Mi Kyung meletakkan ponsel berwarna biru metalik ke atas meja dan mendorongnya ke arah Joon. “Kau harus segera mengaktifkannya. Siapa tahu ada orang penting yang hendak menghubungimu. Sudah dua hari kau menonaktifkannya, bukan?”
103.3K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 91 fois en tant que lightly
Read
+Librairie
Dernier
1234567
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status