Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Memory

Memory

Ada geleyar nyeri menyusup perlahan di aliran darah. "Ada Pak Aksara juga," lanjut Lenni. Aku menarik nafas panjang, meredam rasaku yang entah apa. Kecewa? Sedih? Patah hati? "Tolong, antar lemon tea ini." Lenni menaruh nampan berisi tiga gelas es lemon tea. "Kamu saja, Len," tolakku. Lenni membulatkan matanya. "Sudah sana kamu saja."
108.0K viewsCompletedAdded to Library 255 Times as lier
Read
+Library
Annisaa
Dari kemarin mau review gak sempat😭 ceritanya bagus, menarik gak bikin bosan kak 😅 aku suka bangett, btw Dixon nyebelin bgt tp nyebelinnya bikin gemesh ahahah😂 sumpah mereka menggemaskan bgtt 😭😍😍 Semangatt ya thorr nulisnya ❣️
Bae Rhein
Aku udah ngerasa banget kalo dia suka sama Ainsley. Meskipun awalnya mungkin dia cuma iseng, tapi iseng yang berlebihan juga bisa ngebuat kita ketagihan akhirnya pen jahilin terus dan terciptalah rasa kangen kalo ga jailin kan.
Read All Reviews
Suami Pilihan Kakek
Read
+Library
Exit

Exit

Dalam hati aku menebak kalau tea jus yang dipesan April adalah tea jus rasa lemon. “Lin.” April membuka suara, berusaha memotong mie yang panjang di dalam mangkok dengan sendoknya. “Apa?” Aku merespon panggilan, sebelum akhirnya memasukkan satu suap mie ke dalam mulut, menatap April, menunggu kalimat selanjutnya. “Kamu ada rencana akan masuk sekolah mana lulus nanti?” Satu pertanyaan klise dari April, ia masih keukeh memotong mie dengan sendok.
102.7K viewsOngoingAdded to Library 88 Times as lier
Read
+Library
ELLIA

ELLIA

Setelah memeriksa senjata laras panjang itu, ternyata sebuah kode terdapat di belakang popor senjata. “Katakan, kode apa ini!” tanya Paman Hery pada Sipir itu. “Itu kode untuk membuka lift,” jawab Sipir itu seraya mengerang kesakitan. “Bagaimana caranya?” “tempelkan saja kode itu pada kode yang sama di samping lift.” “Baik, terima kasih!” kemudian Paman Hery membungkam mulut Sipir itu dengan memasukkan gulungan tisu toilet.
4.0K viewsOngoingAdded to Library 160 Times as lier
Read
+Library
LALI

LALI

“Lho lha kenapa nggak dibuka?” “Bukalah, kabar bahagia apa yang diberikan oleh Asih agar aku juga bisa ikut bahagia seperti kamu,” “Ya meski cuma membayangkan saja,” Dewa tersenyum kecut menyadari posisinya. Harun menertawakan Dewa yang semakin hari semakin aneh dimatanya. “Ya, kalauboleh, sih,” Dewa melirik Harun sekaligus menjauh.
106.0K viewsOngoingAdded to Library 126 Times as lier
Read
+Library
Reuni

Reuni

Kemudian disusul dengan emoji bergambar hati dan kiss. Keringat dingin seketika itu mengucur dan darah pun terasa naik ke ubun-ubun, Mahira menjadi sangat geram, namun meskipun begitu dia tak berani berbuat apa-apa karena bisa dipastikan akan timbul pertengkaran besar jika Mahira berani mengusik perihal chat itu.
2.9K viewsOngoingAdded to Library 72 Times as lier
Read
+Library
Fake

Fake

Tentu saja walaupun kembar Laura dan Naura sangatlah berbeda, Naura menampilkan kesan feminism, anggun, halus, pintar dan penurut sedangkan Laura cenderung berantakan sering mengupat, tomboy dan lebih suka menggunakan celana robek-robek dibandingkan rok menampilkan kesan galak dan pemberontak serta sebuah tahi lalat yang begitu mencolok di dekat bibirnya menjadi satu pembeda diantara keduanya, sehingga setiap hari Laura harus memakai conclear untuk menutupi tahi lalatnya. “Loh Abi, kok bisa lewat sini?” Tatapan aneh Laura layangkan pada Abi, ini tidak wajar dia bisa bertemu dengan Abi di sini karena arah rumahnya dan lelaki itu tentu saja rutenya sangat berbeda dan jauh.
2.2K viewsOngoingAdded to Library 71 Times as lier
Read
+Library
PREV
123456
...
10

Frequently Asked Questions

Ada sesuatu yang sangat memikat tentang dinamika Loid dan Yor dalam 'Spy x Family'. Mereka mungkin terlihat seperti pasangan ideal di permukaan, tapi yang membuat mereka istimewa adalah ketidaksempurnaan mereka. Yor, sang pembunuh bayaran, dan Loid, mata-mata profesional, sama-sama menyembunyikan identitas asli demi misi masing-masing. Tapi justru di situlah keindahannya—mereka belajar menjadi 'keluarga' melalui kebohongan yang tulus. Yor yang canggung dalam urusan domestik dan Loid yang terlalu analitis justru saling melengkapi. Aku sering terharu melihat bagaimana Yor berusaha keras menjadi ibu yang baik untuk Anya, meski awalnya dia benar-benar kikuk. Loid juga, yang tadinya hanya melihat ini sebagai misi, perlahan-lahan mulai peduli pada mereka berdua.

Yang paling kusuka adalah momen-momen kecil dimana keduanya tanpa sadar menunjukkan perasaan sejati. Saat Yor memasak makanan mengerikan tapi Loid tetap memakannya dengan senyuman, atau ketika Loid terluka dan Yor langsung masuk 'mode pelindung'. Hubungan mereka seperti tarian antara dua orang yang tidak terbiasa dengan cinta, tapi perlahan-lahan menemukan ritme bersama. Aku yakin pengembangan karakter mereka akan menjadi salah satu aspek terkuat dari cerita ini ke depannya.

SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status