Kania (Gairah Seorang Pembantu)
"Dengarin Ibuk, Kania. Kamu itu sudah keterlaluan. Kamu harusnya bersyukur bisa mendapatkan bos yang baik. Gimana kalau kamu dapat atasan yang justru memperlakukan kamu buruk? Kenapa kamu nggak berpikir ke arah sana, Kania?"
"Buk! Siapa bilang dia baik?" gertak gadis itu, tak tahan lagi. "Dia nggak baik! Dia itu pembohong! Dia ini penipu, Buk. Semua kata-kata yang keluar dari mulutnya itu omong kosong. Semua palsu! Dia nggak pernah sekali pun setia sama apa yang dia bilang!"
"Sadar, Kania!" Sorotan mata Hayati sudah bak lava yang siap membakar sang putri. Dadanya kembang kempis menahan amarah yang sudah meluap-luap ingin dilampiaskan segera.