Menjadi Ratu Kesayangan Kaisar Tiran
Tawa kecil dan denting gelas perlahan muncul, meski masih terdengar kaku, para tamu tetap berhati-hati, seakan takut salah bernapas.
Di tengah keramaian yang dipaksakan itu, Lorenne sedikit mencondongkan tubuhnya ke arah Reis.
“Yang Mulia,” bisiknya pelan, hampir tenggelam oleh musik, “saya ingin ke toilet.”
Reis menoleh. Tatapan merah gelap itu menyapu wajah Lorenne, singgah sejenak lebih lama dari yang diperlukan.
“Perlu kutemani?” tanyanya singkat, nadanya datar namun penuh makna.