ZIANNE ( BUKAN PERNIKAHAN IMPIAN )
Dan, serupa dengan bintang yang bertaburan di angkasa, setelah ini, Sarien boleh jadi telah tak bisa dia pandangi lagi wujudnya, tapi dia akan tetap di sana untuk meneranginya.
Iya, kan?
Tapi ....
"Oma ...." Zianne berbisik sampai-sampai mungkin cuma dia seorang lah yang dapat menangkapnya. Namun, tak apa. Dia hanya ingin terus bicara, "Apa ... emang sesusah itu, yah buat ngomong selamat tinggal sama aku? Aku ... aku selalu ingin bilang, jangan cemas. Iya. Iya. Boleh. Silakan, tidur. Tidurlah dengan tenang. Ke Ayah, ke Ibu ...." Lidahnya kelu, sedang bibirnya terus bergetar. "... Ke Oma juga." Dia lalu menubruk kencang tubuh Sarien. Memerangkapnya dalam dekapan yang mungkin seberapa pun dia
الفصول الرائجة