ENAK, PAK DOSEN!
“Ih, Mas sih ngajak liburan anniv dadakan, tapi gak mikir kalau ini masih hari kerja. Repot sendiri kan akhirnya kalau Mas disuruh bolak-balik seperti ini? Aku jadi gak nyaman, Mas. Kaya berat gitu loh kalau Mas gak segera menandatanganinya.”
Damar mencoba menenangkan istrinya yang kelewat panik. Seperti biasa, ia mengusap kepala Diana yang dibalut dengan hijab berwarna nude itu. “Gak masalah kali, Yang. Lagi pula aku juga sudah membicarakan ini dengan sekretarisku jauh-jauh hari. Anniversary kita harus kita rayakan di tempat kita menikah sebisa kita. Itu sudah menjadi janji kita berdua, Yang. Apapun yang terjadi tidak akan mempengaruhi quality time kita bersama keluarga kecil kita. Oke?”
Bab Populer