Ayahku Tidak Tamat SD
sambut Suri, teman satu komplotannya Talita.
"Kalau aku sih sebenarnya sudah curiga juga dari awal. Tapi kan, kita perlu bukti juga." sambung Talita dengan gelak tawanya.
Posisi kami kini sedang di dalam ruang kelas menanti bel masuk berbunyi. Tapi seperti biasa, keberadaanku di sini terasa bagaikan orang asing. Aku tidak memiliki banyak teman, hanya ada satu orang yang cukup dekat denganku di selolah ini, itupun karena kami sudah kenal sejak kecil. Berada di tengah-tengah mereka, sebenarnya bukan hal yang aku inginkan. Tapi bagaimana lagi, aku harus bertemu dengan mereka enam hari dalam seminggu karena terikat pendidikan.