Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ginjalku, Untuk Cinta Pertama Suamiku

Ginjalku, Untuk Cinta Pertama Suamiku

Pada peringatan satu tahun rujuk kembali dalam pernikahan mereka, Helena Paramita membawa bunga dan hadiah, bersiap pergi ke hotel tempat suaminya, Jazli Ruslan, menginap untuk perjalanan dinas, dengan niat memberi kejutan. Namun di tengah perjalanan, dia mengalami kecelakaan mobil. Dokter kemudian memberikan pemberitahuan ancaman keguguran, "Bu Helen, kamu pernah mengalami keguguran sekali dan kamu juga telah kehilangan satu ginjal. Kehamilan kali ini akan cukup berat." Helen tertegun. "Dokter salah ambil laporan nggak? Ini kehamilan pertamaku dan aku juga nggak pernah menjalani operasi ginjal." "Nggak mungkin salah. Ini adalah catatan medismu sebelumnya, lengkap dengan tanda tangan persetujuan operasi dari suamimu." Sekilas, Helen langsung melihat tanggal yang tertera di dokumen itu adalah tanggal dari kecelakaan mobil yang dialaminya setengah tahun lalu. "Saat itu kamu masih dalam kondisi koma. Suamimu yang menandatangani dokumen donor ginjal atas namamu. Bahkan demi bisa menjalani operasi tersebut, kehamilan saat itu sengaja dihentikan. Kamu nggak tahu tentang ini ...?" Kata-kata selanjutnya tak satu pun terdengar jelas oleh Helen. Tatapannya terpaku pada tanda tangan yang tertoreh dengan tegas di dokumen itu. Setiap goresannya terlihat begitu familier.
Baca
Tambahkan
Dibuang oleh Keluarga

Dibuang oleh Keluarga

Di hari acara pernikahan, pacarku, Thomas Samono, tiba-tiba menghentikan upacara pernikahan. Hanya karena Yana Amerta mengunggah di media sosial bahwa dia telah kembali. Thomas membuang cincin pernikahan rancangannya sendiri dan meninggalkan tempat upacara pernikahan tanpa menoleh ke belakang. Aku terdiam di tempat dalam balutan gaun pengantinku, kakakku yang sedari tadi menopang melepaskanku, “Cindy Marissa, kamu selalu kuat, aku tahu kamu bisa menghadapi ini sendiri, sekarang Yana lebih membutuhkanku daripada kamu.” Setelah mengatakan itu, dia juga pergi. Mereka pergi demi wanita yang sama, meninggalkanku sendirian. Malam itu, setelah membereskan kekacauan acara pernikahan, Yana mengirimkan foto kepadaku. Dalam foto itu, Thomas dan kakakku berada di samping tempat tidurnya. Kalung buatan Thomas ada di leher Yana. Gaun pengantin rancangan kakakku dikenakan oleh Yana. Semua barang-barang ini seharusnya milikku. Akhirnya aku menyerah dan menelepon sambil menangis, “Ayah, ibu. Aku berubah pikiran, aku ingin pulang.”
Baca
Tambahkan
Kata Mereka, Aku Suka Cari Perhatian

Kata Mereka, Aku Suka Cari Perhatian

Aku meninggal di hari aku memenangkan Penghargaan Doktor Medis Global. Tiga jam setelah kematianku, orang tua, kakak laki-laki, dan tunanganku baru saja pulang dari pesta ulang tahun ke-16 adik perempuanku. Ketika adikku mengunggah foto keluarga kami saat merayakan ulang tahunnya di media sosial, aku sedang terbaring di ruang bawah tanah yang tertutup rapat dan berlumuran darah. Aku mencoba menggunakan lidahku untuk menggeser layar ponsel dan meminta bantuan. Di antara kontak darurat, hanya tunanganku yang menjawab panggilanku. Artinya orang tua dan kakakku telah memblokir nomorku. Begitu telepon diangkat, tunanganku hanya mengucapkan satu kalimat, “Karin, pesta ulang tahun Lina yang ke-16 itu sangat penting. Jangan pakai alasan nggak masuk akal untuk cari perhatian kami dan bersikap manja lagi!” Dia menutup telepon dan memutus harapan terakhirku untuk bertahan hidup. Jantungku berhenti berdetak karena nada sibuk telepon. Ini adalah ke-100 kalinya mereka memilih adikku, ke-100 kalinya mereka mengabaikanku, mengecewakanku, dan ini juga yang terakhir. Aku terbaring di dalam genangan darahku sendiri, merasakan napasku perlahan berhenti. Mereka mengira aku kabur dari rumah lagi sebagai alasan untuk melampiaskan ketidakpuasanku. Mereka pikir bahwa selama mereka memberiku pelajaran, aku akan kembali dengan patuh seperti 99 kali sebelumnya. Sayangnya, itu tidak akan terjadi kali ini. Karena aku tidak pernah meninggalkan rumah, aku terus terbaring di ruang bawah tanah rumahku.
Baca
Tambahkan
Kebahagiaan setelah Badai

Kebahagiaan setelah Badai

Suatu hari, Rachel Sonya mendengar percakapan suaminya, Zack Gundam, dengan asistennya. “Pak Zack, sejak Anda merancang agar lengan nyonya terluka, dia sudah sangat sulit untuk mengambil kuas. Sekarang Nona Selvia sudah menggantikan posisi nyonya sebagai pelukis terkenal.” “Sekarang lengan nyonya di ambang nekrosis, apakah Anda yakin ingin terus mengelabuinya dan nggak mau menyembuhkan lengan nyonya?” Zack menjawab dengan suara jernih dan dingin. "Hanya ini yang bisa kulakukan untuk mengukuhkan posisi Selvia sebagai pelukis jenius. Aku hanya bisa menggunakan sisa hidupku untuk mengkompensasi pengorbanan Rachel." Saking terkejutnya, Rachel sampai mundur beberapa langkah. Dia tidak percaya dia telah tertipu selama tiga tahun oleh sang penyelamat dalam hatinya. Toh semua cinta hanyalah kebohongan, maka sudah saatnya dia pergi.
Cerita Pendek · Romansa
7.659.9K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Luka yang Terulang 99 Kali

Luka yang Terulang 99 Kali

Saat aku terkena radang usus buntu akut, orang tua, kakak, dan tunanganku sedang sibuk merayakan ulang tahun adikku. Di luar ruang operasi, aku menelepon berkali-kali mencari kerabat untuk menandatangani formulir persetujuan, tapi semua orang menolak panggilanku dengan kejam. Setelah menutup telepon, tunanganku mengirim pesan. [Hana, berhenti bercanda. Hari ini ulang tahun ke-18 Wulan. Tunggu habis pesta dulu, kalau mau bicara.] Aku pun meletakkan ponselku dan dengan tenang menandatangani namaku pada formulir persetujuan. Ini sudah ke-99 kalinya mereka meninggalkanku demi Wulan. Kalau begitu aku ingin meninggalkan mereka juga. Aku sudah tidak sedih lagi atas sikap mereka yang pilih kasih. Sebaliknya, aku menuruti setiap permintaan mereka. Mereka semua mengira aku semakin pengertian, tapi mereka tidak tahu bahwa aku akan pergi selamanya.
Baca
Tambahkan
Kematian Tragisku Menyadarkan Kakakku

Kematian Tragisku Menyadarkan Kakakku

Saat tubuhku dimutilasi, aku berusaha untuk menelepon kakakku. Ketika aku hampir kehilangan kesadaran, dia menjawab panggilan dengan kesal. "Ada apa lagi?" "Kak, tolong ...." Sebelum aku selesai berbicara, dia sudah menyelaku. "Kenapa kamu begitu suka berulah? Pesta ulang tahun Yeri akan diadakan pada akhir bulan. Kalau kamu nggak datang, aku akan menghabisimu!" Setelah berkata demikian, dia langsung mengakhiri panggilan. Aku sudah tidak sanggup menahan rasa sakit dan memejamkan mata untuk selamanya, air mata masih mengalir dari sudut mataku. Kak, kamu tidak perlu membunuhku, aku sudah mati.
Cerita Pendek · Realistis
8.4195.5K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Akhir Dari Segalanya

Akhir Dari Segalanya

Baru setelah sebulan menemani selingkuhannya keluar negeri untuk melepas penat dan sama sekali tidak menerima kabar dariku, barulah sang pacar menyadari ada sesuatu yang tidak beres. Di sela-sela kesibukannya, dia menelepon sekretarisnya. “Bagaimana pemulihan luka di kaki Celine? Aku mengambil kulitnya untuk cangkok kulit Gwen, dia nggak menyalahkanku, ‘kan?” Orang di balik telepon terdiam cukup lama, lalu dengan suara pelan menjawab, “Nona Celine sudah mengurus prosedur keluar dari rumah sakit sebulan lalu dan sudah pergi meninggalkan Keluarga Vier.” Mendengar itu, dia baru teringat hari runtuhnya hotel waktu itu. Saat itu dirinya reflek memeluk Gwen ke dalam pelukannya dan tatapan mataku terasa begitu putus asa, tapi juga tegas. Bukan tatapan kesedihan, melainkan sebuah perpisahan.
Baca
Tambahkan
Hai Om, Aku Calon Istrimu!

Hai Om, Aku Calon Istrimu!

Bagi Binar Gendhis Rarasita, hidup itu sederhana— kuliah, nongkrong, dan sesekali bikin drama kecil biar nggak bosan. Sampai suatu hari, tanpa rasa malu, dia berdiri di depan seorang pria mapan yang usianya jauh diatasnya dan dengan percaya diri berkata, "Hai Om, aku calon istrimu!" Om yang dimaksud? Bukan sembarang om. Dialah Kais Arfan Zaydan, pria dingin berusia tiga puluh dua tahun, pemilik perusahaan besar sekaligus sahabat baik ayah Binar! Kais jelas menolak mentah-mentah ide gila itu. Baginya, Binar hanya gadis manja yang doyan cari perhatian. Tapi siapa sangka, keadaan justru membuat mereka terjebak dalam situasi yang memaksa Kais mempertimbangkan ulang kata-katanya. Antara perbedaan usia, ego, dan perang mulut yang tiada henti, Binar justru semakin yakin— dialah takdir Kais. Pertanyaannya, apakah Kais bisa bertahan dari gempuran rayuan absurd sekaligus manis seorang “calon istri” yang nekat ini?
Romansa
1011.7K DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Bukan Bonekamu Lagi

Bukan Bonekamu Lagi

Malam ketika Adriel diangkat menjadi bos Keluarga Mahendra, aku memberinya keperawananku. Dia adalah pewaris yang sudah dijodohkan denganku bahkan sebelum aku bisa bicara. Kami berciuman di depan jendela besar yang menjulang dari lantai sampai langit-langit, tubuh kami saling terjerat dalam panas lembap senja itu. Sentuhannya yang kasar dan tergesa-gesa membuatku sakit, tapi aku tidak menjauh. Bahkan rasa sakit itu terasa suci, seperti pengorbanan yang rela aku lakukan demi cinta. Tenggelam dalam panasnya momen itu, dia berjanji akan memberiku sepasang sepatu kristal paling indah, supaya aku bisa berdansa waltz pembuka bersamanya di upacara penobatannya keesokan hari. Tarian pertama selalu dipersembahkan untuk bos baru dan calon pengantinnya. Aku menangis bahagia, yakin bahwa tahun-tahun penantian diam-diamku akhirnya akan berakhir seperti dongeng. Tapi aku salah. Teramat salah. Keesokan paginya, aku memaksa tubuhku yang masih nyeri untuk keluar membeli ekspresso kesukaannya. Saat aku kembali, aku mendengar para lelaki bercanda. "Jadi kamu akhirnya tidur dengannya? Bagaimana rasanya bersama Vivian di malam pertamamu sebagai bos?" Suara Adriel terdengar malas penuh ejekan. "Wajahnya seperti malaikat, tubuhnya seperti iblis. Di ranjang, dia benar-benar seperti ular kecil yang menggoda." Ruangan itu langsung riuh oleh siulan-siulan genit. "Jadi, kamu benar-benar akan menikahinya, Bos Muda?" "Serius kamu pikir begitu?" Adriel mencibir. "Vivian cuma pemanasan. Setelah aku cukup berlatih, aku akan menaklukkan si putri es Keluarga Santoso. Kalau nanti aku bosan, aku selalu bisa kembali padanya dan menikahinya." Aku berdiri terpaku di ambang pintu, pandanganku mulai kabur, cangkir kopi di tanganku bergetar. Sebelum dunia gelap di mataku, aku sempat mengirim pesan sandi untuk Bos Indra Wijaya. [Om Indra, untuk promosi yang akan berlangsung tiga hari lagi, tolong pindahkan aku. Sejauh mungkin dari Adriel.]
Cerita Pendek · Mafia
7.7K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Kebangkitan Dewa Pedang Abadi

Kebangkitan Dewa Pedang Abadi

Energi pedang menembus jarak puluhan ribu mil, satu tebasan mampu membekukan sembilan belas wilayah. Lin Yi, Dewa Pedang yang tiada tandingan, justru tumbang akibat pengkhianatan sahabat terdekatnya. Gagal melewati ujian besar, seluruh kultivasi yang pernah menggetarkan langit dan bumi pun runtuh tanpa sisa. Namun takdir belum berakhir. Ia terlempar kembali ke Bumi dan terlahir ulang sebagai seorang pemuda biasa di tengah hiruk-pikuk kota. Di kehidupan lampau, ia pernah berdiri di puncak tertinggi, memandang dunia dari atas, meremehkan segala makhluk, tak satu pun berani menentangnya. Kini, di kehidupan baru ini, ia bersumpah menebus seluruh penyesalan, membinasakan mereka yang ia benci, menjaga orang-orang yang ia cintai, dan menapaki jalan hidup tanpa rasa sesal. Meski kini tak ada seorang pun yang berdiri di belakangnya, tekadnya tak tergoyahkan. Ia tak boleh jatuh, ia tak berani jatuh, dan mustahil baginya untuk jatuh. Tokoh Utama: Lin Yi, Tong Lei
Pendekar
10315 DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Sebelumnya
1
...
4445464748
...
50
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status