Cinta Pengganti
Mungkin karena terbiasa jadi asisten pribadi, Kiya sudah biasa untuk mendahulukan kepentingan Elok dan pekerjaannya, daripada urusan pribadinya sendiri.
“Mas Gilang itu pedenya udah selangit, padahal, masih bingung pedekate sama Duta,” sambung Kiya
Gilang mematikan alat cukur elektriknya, lalu meletakkan di atas meja. “Ngomong-ngomong masalah percaya diri, semua itu sudah nggak seperti dulu, Ki. Aku kalau jejer sama si Siput, masih ada perasaan nggak pede karena … you know-lah. Tapi, untung aja mukaku yang ganteng ini nggak kenapa-kenapa waktu itu. Cuma memar, sama luka-luka, tapi nggak parah bangetlah.”