Kala Hidup Mengalir dengan Damai
Setelah mencambuk 27 kali, Rehan baru membuang cambuk berlumuran darah itu dengan terengah-engah.
“Calista sudah punya hidup baru, sedangkan aku sudah tua dan malas mengurusmu lagi.” Rehan berdiri sambil terbatuk, lalu menghela napas dan melanjutkan, “Semoga kamu nggak nyesal suatu hari nanti.”
Kayden hendak menjawab. Namun, begitu membuka mulut, dia malah memuntahkan darah. Kemudian, pandangannya menjadi gelap dan dia pun jatuh pingsan.