Here are 5 novels related to luffy boa hancock for you to read online. Generally, luffy boa hancock or similar novel stories can be found in various book genres such as Fantasi and Romansa. Start your reading from Surga Reinkarnasi at GoodNovel!
Kulit kuning, rambut hitam, mata hitam, ditambah kelenturan tubuh yang aneh…
Su Xiao langsung menebak identitas anak itu.
Bukankah ini tokoh utama dunia One Piece—Monkey D. Luffy?
Tak heran ada anak kecil di Gunung Corvo—Luffy memang tinggal di sini saat kecil.
Su Xiao mendekat untuk memeriksa. Luffy duduk sambil menangis sesenggukan, ingus mengalir, tampak benar-benar kesakitan. Kekuatannya sebagai pengguna Buah Iblis masih sangat lemah saat kecil, sehingga tubuhnya belum memiliki ketahanan yang kuat.
Jin Mustofa, Zayn dan Bayu tampak menatap kearahnya.
“Sosok seperti apa yang kau inginkan tuan Baron?” tanya Jin Mustofa.
“Aku ingin seperti Robinhood, sosok pahlawan yang sangat jago memanah” kata Baron dengan penuh semangat.
“Dengan kemampuanmu seperti itu, umur tuan Baron takkan panjang di negeri jin” kata Jin Mustofa dengan dinginnya.
Glek! Baron meneguk ludah mendengar hal itu.
Tanya salah satu dari mereka, orang ini bernama Luffy salah seorang kapten divisi penegak hukum kota pulau tikus.
Derrick dan Kyle bingung sesaat, mereka saling pandang meminta pendapat satu sama lain, hingga akhir Derrick maju dan bertanya.
"Aku Derrick Ran, ada apa bapak prajurit mencariku?" Jawab dan tanya Derrick dengan sopan, kapten Luffy melihat Derrick dari bawah hingga keatas, lalu mendengus kecil.
Novelnya bagus, tapi klw boleh saran narasinya jangan terlalu kaku, percakapannya tolong dibuat semenarik mungkin karena aku baca kebanyakan percakapan antara karakter terlalu kaku dan seakan dipaksakan
RajaFantasi
waduh, saya baca baca komentar pembaca, aku menarik kesimpulan kebanyakan pembaca gak sreg kalau ada teknologi dan cerita detail, tapi gimana ya sudah terlanjur.
mungkin di chapter selanjutnya aku usahakan kurangin teknologinya dan juga aku usahain gak berbelit-belit buat narasinya.
Semangat...
Bobby tersenyum dan melambaikan tangan meminta Gio untuk cepat.
Tidak perlu waktu yang lama, jarak rumah Gio dan Nara tidak terlalu jauh hanya berbeda perumahan saja. Mungkin jika Bobby sudah besar anak itu bisa datang ke rumah Nara sendiri mengingat jarak yang tidak terlalu jauh.
“Den Bobby? Tumben ikut.” sapa Bi Inem yang senang dengan kedatangan Bobby.
“Maaf ya, Bi. Bobby memaksa ikut. Dia bilang ingin bertemu Nara.”
tanya ibunya setengah mengejek Hayu.
“Bu, Hayu itu Jojoba, Jomblo-jomblo bahagia, Bu, maafkan Hayu, jojoba ini, sudah mendapatkan panggilan dari big bos, mamanya Candra. Jadi Hayu tidak bisa menolak,” tutur Hayu pada ibunya.