Dibalik Bayang
pinta Siska.
“Iya, iya. Tunggu sebentar iya, Bi,” jawab Arttha.
“Mas, makanlah terlebih dahulu. Nafsu makanku tidak ada,” pinta Suci.
“Ayo Sayang, Ibu sudah menunggu kita. Tidak baik untuk kesehatan jikalau kamu tidak makan, nanti bayi kita kekurangan gizi,” ajak Arttha.
Suci Roswita diam tanpa kata menatap tajam Arttha yang mulai memanjakannya, sebelum bergegas terlebih dahulu menuju ke ruangan makan.
Hot Chapters