Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Let Me

Let Me

To Be Continued Terbit: -11/Mei-2k21 Jangan lupa isi kolom komentar yaaa, love u kalian;)
103.9K viewsOngoingAdded to Library 82 Times as my page
Read
+Library
Please Let Me

Please Let Me

Ia lagi-lagi hanya bisa menghela napas. Melihat meja di sebelah kanan, Vanilla baru menyadari terdapat kalender digital. Awalnya ia tidak percaya karena kalender itu menunjukkan bahwa tiga hari telah terlewat. Vanilla pun jadi cemas bagaimana ia membayar uang semesteran, jika ia sakit seperti ini.
4.0K viewsCompletedAdded to Library 94 Times as my page
Read
+Library
Can is mine

Can is mine

Tok ... Tok ... Tok ... Suara dibalik pintu mengalihkan perhatian Candra yang tengah fokus menatap layar laptopnya. Penasaran, akhirnya ia membiarkan laptop tersebut dan berjalan mendekati pintu, lalu membukanya. "Pagi," sapa seseorang di ambang pintu dengan kegirangan. Dengan malas Candra menutup pintunya kembali, tak memberi celah pada seseorang yang tengah berdiri menyapanya barusan.
1010.4K viewsCompletedAdded to Library 312 Times as my page
Read
+Library
Back To Home

Back To Home

BAB 2 What is Life? “Nanda dan Fatih tadi kesini Nin. Mereka boleh mampir sore ini?” Aku mengangguk mendengar pertanyaan Mas Andy. Ah, dua dari sebagian orang yang ingin kembali, lagi. Diujung meja makan, kini dihiasi oleh keberadaan sosok yang sebelumnya tidak ada. Diam, menunggu dengan pasti untuk melihatku bereaksi.
647 viewsOngoingAdded to Library 18 Times as my page
Read
+Library
Help Me

Help Me

Bulan purnama telah muncul ke permukaan, menampilkan keelokan yang menghipnotis setiap mata memandang, menerangi keindahan desa yang tak dapat terelakkan lagi. Malam ini, Violence terlihat sedang membaca sebuah buku di sudut kamarnya. Buku unik yang ia temukan di salah satu rak di ruang keluarga. Violence membaca kata demi kata hingga tanpa sadar ia telah mencapai halaman keempat puluh lima. Sreek...
1.6K viewsOngoingAdded to Library 59 Times as my page
Read
+Library
Me & My Ex

Me & My Ex

menjawabnya. "Halo," bisiknya sambil menutup mulut agar samar-samar terdengar. "Selamat pagi dengan Ibu Alena Maharani?" "Ya benar." "Kami dari bank ...." "Kartu kredit, ya?" "Iya. Ibu telah menunggak pembayaran bulan ini. Ka--" "Saya gak punya duit." Alena memutus panggilan begitu saja, lalu menarik napas panjang.
1043.6K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as my page
Read
+Library
A Part of Me

A Part of Me

Gue kurang mempromosikan diri gue atau gue memang belum ditakdirkan buat ngerasain punya duit sendiri. Lemah banget gue kalau urusan fisik. Gak bisa percaya diri. Saat gue lagi sibuk sama minuman gue, ada satu pelayan yang nyamperin gue dengan membawa Purinsesu Kaguya. Gue gak nyangka banget, tapi memang begitu adanya. “Kak, tadi pesan ini kan dua porsi ya?” “Iya, iya, iya” Gue mengangguk. Tiba-tiba gue jadi bersemangat setelah melihat dua porsi Purinsesu Kaguya dihadapan gue.
2.2K viewsOngoingAdded to Library 61 Times as my page
Read
+Library
Let's Play With Me

Let's Play With Me

Seolah tak memberikan jeda nafas sedikit untuk Cora yang baru saja menempuh perjalaan yang cukup jauh. “Apanya?” tanya Cora bingung. “Oh iya, aku belum menjelaskannya ya.” “Langsung katakan saja, Vita. Kupikir percakapan kita sudah selesai kemarin.” “Begini Cora. Aku malas kalau harus terus melihat ke meja bar. Bagaimana kalau aku tambah 100 miliar, tapi kau langsung memberiku 4 tombolnya.” “300,” singkat Cora.
107.6K viewsOngoingAdded to Library 237 Times as my page
Read
+Library
Me

Me

tanya Nana yang tidak mengetahui tujuan sebenarnya. “ Komplek Minna. Kita akan kerumah lamaku disana. Dan, cukup panggil namaku saja. Kita seumuran.” Sahut Lea, Dia membalas sembari sibuk menggulir layar pobselnya dan mencari sesuatu. Ya, saat ini dia sedang berseluncur di berbagai media dengan satu alasan. Mencari tahu keadaan rumah lamanya.
2.7K viewsOngoingAdded to Library 76 Times as my page
Read
+Library
MY WAY

MY WAY

🍀🍀🍀🍀🍀🍀 ( POV 1 ) "Argh! sakit sekali, aku ada di mana?" Kurasakan sakit di sekujur tubuhku saat ini, dan kepalaku pusing sekali. Kupejamkan mata erat berusaha menahan rasa sakit itu, dan kepingan ingatan terakhir yang kuingat adalah saat aku berdiri di tengah jalan di malam itu, malam pengkhianatan dua orang yang kukenal, Matt dan Gillian. Saat itupun aku tersadar kalau kini aku berada di sebuah ruangan yang terasa asing namun familiar, sebuah rumah sakit.
4.0K viewsCompletedAdded to Library 141 Times as my page
Read
+Library
PREV
12
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status