Tak Pernah Terbesit, Cintanya Palsu
Saat mengetahui aku hamil, Arzo Tasmian mengeluarkan banyak uang untuk mengundang seorang dokter terkenal untuk meresepkan obat penguat kandungan untukku. Dirinya yang atheis bahkan berlutut lama di rumah ibadah, memohon agar aku bisa melahirkan dengan selamat.
"Sayang, kamu sudah bekerja keras. Setelah anak ini lahir, aku pasti akan menebus semuanya dengan baik."
Di hari yang sama, aku kebetulan membantu menjawab teleponnya.
"Pak Arzo, sesuai perintah Anda, di dalam obat penguat kandungan Nyonya telah dicampurkan obat sterilisasi. Anak itu akan lahir sebagai bayi mati."
"Anak Bu Mona sangat sehat dan pasti bisa lahir dengan lancar untuk menjadi pewaris Grup Tasmian. Nyonya tidak akan menyadari adanya masalah apa pun dan tidak akan merusak hubungan Anda dengan Nyonya. Bapak bisa tenang."
Aku menunduk sambil memandang perutku yang membesar. Tak pernah terpikir olehku bahwa cintanya ternyata sepalsu ini.
Oleh karena itulah, setelah menandatangani surat perjanjian cerai, aku memilih untuk pergi.