Penyangkalan Menyakitkan yang Kudengar Dari Pacarku
Irene tidak pernah menyangka bahwa hubungan jarak jauh lintas negara yang sebentar lagi berakhir akan berujung dengan cara yang begitu menyedihkan.
Bagaimanapun juga, cinta Tristan kepadanya tak tertandingi oleh siapa pun.
Tristan adalah direktur sebuah rumah sakit yang sangat sibuk, tetapi jumlah penerbangan menuju luar negeri yang telah dinaikinya mencapai 900 kali. Waktu yang dihabiskan untuk pulang pergi bahkan mendekati puluhan ribu jam.
Meski setiap kali mereka hanya bisa bertemu sebentar, dia selalu memeluk Irene erat-erat di tengah salju pertama dan berkata dengan suara rendah bahwa semua itu dilakukannya dengan sepenuh hati.
Hadiah yang dikirimkannya untuk Irene bahkan tak terhitung jumlahnya.
Mulai dari surat cinta tulisan tangan yang mencapai ribuan kata, hingga kalung bernilai ratusan miliar yang dia menangkan dengan penawaran tertinggi dalam sebuah lelang.
Selama dia merasa sesuatu itu bisa membuat Irene tersenyum, sekalipun itu adalah bintang di langit, dia akan mempertaruhkan segalanya untuk memetiknya.
Cinta yang terukir hingga ke dalam jiwa itu tidak pernah berubah sedikit pun selama tiga tahun.
Suatu hari, Irene menahan rasa lelah setelah penerbangan semalaman untuk pulang ke tanah air. Setibanya, dia mendengar teman-teman masa kecil mengagumi cinta Tristan kepadanya yang tetap tak berubah dari dulu hingga sekarang. Namun, Tristan justru menyangkalnya dengan suara serak.
Dia harus mengakui bahwa hatinya terasa seperti diiris oleh ribuan bilah pisau. Rasa sakit yang ditanggungnya tak berbeda dengan siksaan sayatan demi sayatan yang bisa membuatnya mati.