MENANTU AMBURADUL
Aku masuk saja ke rumah menemui Raihan yang kini tampak sedang sarapan setelah selesai memanaskan mesin mobil.
“Pagi bener masaknya Raihan?” sapaku padanya. Ia setengah tersedak, lalu mengambil segelas minum, dan meneguknya.
Kenapa dia salah tingkah begini melihatku? Pikirku.
“Ini beli kok, Mbak, bukan masak.”
“Oooh. Kirain masan sendiri si Mia atau Ibu."
"Mana pernah mereka masak buat Raihan, Mbak. Biasanya aku cari sendiri untuk isi perut."