Dear Mantan
Ia meringis, di luar dugaan jika wanitanya akan memporak-porandakan kamar mereka.
"Aarggghhh ... Aku benci kamu wanita sialan, lihat saja. Akan kubalas semua rasa sakit ini," teriak Mey, masih membanting barang-barang.
Sekuat tenaga Rei mencengkram tangannya, mencegah untuk tidak lagi membanting barang-barang. Namun, nihil. Kekuatannya seolah kalah, dengan wanita seperti Mey.
Davin yang akan masuk kamar, tidak sengaja mendengar raungan dari kamar sang Kakak. Sejenak ia berpikir, apa mungkin Kakaknya melewati malam pertama dengan heboh seperti itu?