MENAWAR TAKDIR
“Aku akan mengungkap siapa yang telah menghancurkan hidupku… dan kali ini, aku tidak akan menjadi korban.”
Mei Yan bangkit dari ranjangnya dan berjalan mendekati jendela. Ia mendorong tirai dengan lembut, membiarkan sinar matahari pagi menerobos masuk dan menerangi wajahnya yang pucat. Taman di luar tampak damai, bunga-bunga bermekaran dan angin berhembus pelan, membawa harum krisan yang menenangkan. Namun, kedamaian itu terasa palsu baginya, seperti topeng indah yang menutupi luka yang dalam.
Hot Chapters