Suamiku (Bukan) Tuan Muda Bodoh
Tak cukup di situ, ia juga menambahkan dua toples besar manisan buah: satu toples manisan aprikot dari Turki, dan satu lagi manisan plum premium dari Jepang.
Sontak, Esme terbelalak.
“Rein, jangan yang itu. Terlalu mahal.”
Reinan hanya mengangkat bahu, lalu dari saku celananya, ia mengeluarkan sebuah kartu dari dompet kulit.
“Pakai ini saja Esme,” kata Reinan dengan bangga. “Paman Kailash sering memakai kartu ini untuk membeli barang-barangku.”
Esme menatap kartu yang berwarna hitam mengilat itu dengan mata membesar. “Ini… black card?”
Hot Chapters