Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Berhenti Memaksakan Cinta yang Melelahkan

Berhenti Memaksakan Cinta yang Melelahkan

Emran yang sedang perang dingin denganku mengunggah sebuah postingan di media sosial. [ Seratus orang pertama yang like dapat uang karena aku baru putus! ] Dalam sekejap, sudah ada 99 repost dan like. Aku tahu dia sedang menungguku mengalah, seperti sepuluh kali sebelumnya, memohon padanya untuk menghapus postingan itu. Namun kali ini, aku langsung repost dan memberi komentar. [ Aku juga mau! ] Kemudian, aku memblokir semua kontaknya. Tiga hari kemudian, adiknya mengirim pesan. [ Tiket untuk pertunjukan kelulusan Kak Emran sudah disisakan buat kamu. Katanya asal kamu datang, dia mau memaafkanmu. ] Aku melirik tiket pesawat di atas meja, lalu membalas. [ Nggak sempat. ] Aku memang benar-benar tidak sempat, karena aku lulus seleksi dan diterima sebagai mahasiswa pascasarjana di Universitas Bajira. Malam itu juga, aku akan terbang untuk mendaftar ulang. Sejak saat itu, aku dan dia terpisah ribuan kilometer, tak pernah bertemu lagi.
8.9K viewsCompletedAdded to Library 222 Times as meja teras
Read
+Library
Terjebak di Ranjang CEO Kembar

Terjebak di Ranjang CEO Kembar

Kamu... yang mengambil keperawananku!" Stefhani menuding lelaki di depannya yang tampak terkejut. Beberapa detik kemudian, lelaki itu menjawab dingin. "Kamu salah orang!" "Tidak. Minggir.... " Stefhani tidak dapat melanjutkan kalimatnya karena sudah dihadang dua lelaki kekar. Matanya memicing kesal kala melihat lelaki tinggi itu bergegas pergi. "Aku tidak salah orang!" teriak Stefhani. "Tiga tahun lalu, Hotel Royal Swiss, kamar 713." Debar jantung Stefhani menguat. Ia mendengus pelan kala akhirnya lelaki itu berhenti berjalan lalu membalik tubuh. Matanya mengamati Stefanie dari ujung rambut hingga kaki. Lalu kembali menatap wajahnya cukup lama. "Bawa dia ke ruanganku!" titah si lelaki pada pengawalnya. Lelaki itu berjalan mendahului. Stefhani digiring ke sebuah ruangan mewah. Ia membaca papan nama di meja hitam pekat. Blue Lucien Arsenio Willson. CEO. Stefani menggigit bibir bawahnya. Lelaki ini... CEO? Orang yang menidurinya bertahun-tahun lalu ternyata seorang pimpinan tertinggi perusahaan internasional?
106.2K viewsCompletedAdded to Library 130 Times as meja teras
Read
+Library
Gairah Cinta Sang Penggoda

Gairah Cinta Sang Penggoda

(Cerita ini mengandung adegan dewasa 21+) Kiara Retania (Kia), baru saja patah hati karena lelaki yang ia cintai akan menikah--dengan tunangannya. Ya, Kiara adalah seorang selingkuhan dari Alex Guntoro, atasan Kia yang akan menikah dengan wanita pilihan orang tuanya, dan meninggalkan Kia begitu saja. Kia berusaha mengobati patah hatinya dengan pergi ke club dan memilih pria untuk tidur dengannya malam ini. Dengan memutar botol minuman keras di atas meja untuk mendapatkan teman tidur, Kia pun terkejut ketika mulut botol itu malah menunjuk ke arah seorang bartender tampan dan mempesona. Namun... benarkah lelaki itu adalah seorang bartender? Ataukah dia adalah lelaki yang akan membalaskan sakit hati Kia kepada Alex, dan bertekad untuk mendapatkan Kia--baik hati dan tubuhnya? Jika kalian mencari tokoh utama yang polos dan lugu, bukan di sini tempatnya. Karena Kia adalah gadis liar, absurd, dan paling suka bersenang-senang!
10125.7K viewsCompletedAdded to Library 4.1K Times as meja teras
Show Reviews (21)
Read
+Library
Black Aurora
Maaf karena menunggu terlalu lama, real life sedang hectic2nya. Dan kisah Byan-Kia ini memang dimaksudkan sangat singkat ya, jadi sekarang sudah tamat tanpa ekstra2 part. Terima kasih untuk kakak2 yg telah membaca hingga akhir. "Belenggu Hasrat Mantan Suami" adalah karyaku selanjutnya, ditunggu ya.
Meri Susanti
ceritanya Bagus,sangat menarik singkat,padat n jelas gak bertele2 dg ending yg membahagiakan.Terima Kasih untuk Ceritanya yg bagus ini Thor,Tetap Semangat menulis karya2 berikutnya.Sukses selalu thor.
Read All Reviews
Aku dan "Sahabatku"

Aku dan "Sahabatku"

Setelah sahabatku, Melinda Bosna, membuktikan bahwa pacarku yang ke-20 adalah seorang bajingan, aku akhirnya setuju untuk dijodohkan dan akhirnya menikah dengan seorang anak orang kaya, Aldi Noran. Kemudian saat menghadiri pesta seorang teman, Melinda memberikan kue yang sudah setengah dia makan ke depan Aldi sambil berkata, "Kak Aldi, kue ini terlalu manis buatku. Kakak bisa membantuku memakannya?" Setelah kuhentikan, alih-alih merasa salah, Melinda justru berkata dengan santai, "Kenapa kamu ribut-ribut begini? Aku cuma lagi mengetes sifat suamimu!" "Kita 'kan sudah bersahabat selama belasan tahun! Kamu nggak mungkin berpikir aku naksir suamimu, 'kan?" Aku yang dulu pasti percaya. Sayangnya, aku ini terlahir kembali. Aku balas mengambil kue di atas meja dan menempelkannya ke wajahnya. "Memangnya kamu siapa, hah? Sampai-sampai kamu berhak menguji sifat orang lain!" "Kamu itu cuma putri sopirku! Ngapain juga kamu sok jadi sosialita!" "Aku tahu kamu bukan cuma tertarik pada suamiku, tapi kamu juga sudah mencari cara untuk tidur dengannya!"
8.1K viewsCompletedAdded to Library 179 Times as meja teras
Read
+Library
Kekasihku Di Dunia Maya, Ternyata Bosku

Kekasihku Di Dunia Maya, Ternyata Bosku

Aku berhubungan dengan seorang pria bernama Rex selama tiga bulan ini, seseorang yang benar-benar asing yang hanya kukenal secara online. Kami sedang berada di fase yang paling intens, fase bulan madu, di mana setiap malam ponselku akan dibanjiri pesan-pesan yang membuat jantungku berdebar. [ Aku merindukanmu, Sayang. ] [ Tadi malam aku memimpikanmu lagi. Kamu ada di atasku, memohonku untuk itu. ] Saat aku sudah hampir mengusulkan agar kami akhirnya bertemu, Rex mengirimku sebuah foto santai dari meja kerjanya. Aku melihat sesuatu yang terasa familier di foto itu, yaitu lambang dari keluarga mafia Zoni. Dan aku sedang bekerja untuk perusahaan milik Keluarga Zoni. Selama tiga bulan ini, ternyata aku bertukar pesan nakal dengan pria berbahaya. Pria itu adalah seorang anggota mafia resmi dan keberadaannya bisa saja berada tepat di sekitarku. Tepat saat aku sedang mencoba mencari tahu siapa Rex sebenarnya, aku melihat benda itu. Sepasang manset batu oniks hitam yang aku pilih khusus untuk Rex ... terpasang di pergelangan tangan bosku, Bagas.
3.0K viewsCompletedAdded to Library 88 Times as meja teras
Read
+Library
May I Go ? (Indonesia)

May I Go ? (Indonesia)

Hansaehi
1. Meski rindu ini terus datang menyapa, aku masih berharap untuk bisa melepaskan rindu ini. Denganmu aku tahu, bahwa bahagia ternyata sesederhana ini Ah.. menghirup harum petrikor di tengah Musim hujan yang sejuk ini mengembalikanku akan kenangan tiga tahun lalu. Sudah selama itu tapi rasanya masih melekat dalam benakku. Gadis manis dengan surai coklat dan mata hazelnya menghantui pikiranku. Entah magic apa yang ia lakukan padaku aku tidak bisa berhenti memikirkannya. Tak tau berapa lama aku duduk di cafe Moidef, disebelah meja yang di atasnya terdapat 3 cangkir kosong yang tadinya berisi kopi pagi ini, kalau ada dia pasti dia akan memarahiku. Aku tersenyum mengingat itu. Tak ingin terlarut dalam angan, aku segera melihat jam di tangan ku yang telah menunjukkan angka tiga . Ah... jam tiga di musim hujan. Jam tiga. Aku dan dia. Di tengah sejuknya udara sehabis hujan turun. Tak ayal ingatanku kembali pada kilas masa lalu. Surabaya, 15 desember 2017 "Ayo tambahin kecepatannya dong...!" Teriak nya.
103.2K viewsOngoingAdded to Library 105 Times as meja teras
Read
+Library
Lentera Kosmis: Traversing the Celestial Odyssey

Lentera Kosmis: Traversing the Celestial Odyssey

Guyumay
Dalam cahaya temaram bintang-bintang yang menjauh, sebuah kapal ruang angkasa muncul dari kegelapan kosmos. Di atas kapal itu terukir lambang sebuah peradaban yang telah lama hilang dari catatan sejarah galaksi. Dengan mesin yang gemuruh, kapal itu melaju melewati awan-awan debu kosmik menuju tujuannya yang tak terduga. Di dalam kapal, sekelompok penjelajah yang penuh semangat duduk di sekitar meja kontrol, mata mereka berbinar-binar dengan keingintahuan. Mereka adalah perwakilan dari berbagai planet dan spesies, yang bersatu dalam hasrat bersama untuk menjelajahi luar angkasa dan mengungkap rahasia terdalam galaksi. Namun, mereka tidak sendirian di alam semesta yang tak berujung ini. Ancaman misterius mengintai di sudut-sudut gelap ruang angkasa, menghadang setiap langkah yang mereka ambil. Dengan setiap planet yang mereka singgahi, misteri tentang asal usul galaksi dan nasib peradaban mereka semakin terkuak, meninggalkan pembaca dengan pertanyaan yang memikat: apakah yang sebenarnya tersembunyi di balik cakrawala yang luas ini, dan apa konsekuensinya bagi para penjelajah yang berani ini?
1.0K viewsOngoingAdded to Library 34 Times as meja teras
Read
+Library
Hitungan Mundur Di Atas Kepala

Hitungan Mundur Di Atas Kepala

Karena bisa melihat hitungan mundur kematian di atas kepala orang-orang terdekat, sejak kecil aku dianggap sebagai pembawa sial oleh keluargaku. Aku pernah menyebutkan waktu kematian kakek, ayah dan ibu. Mereka semua meninggal dalam waktu satu hari karena berbagai kecelakaan. Ketiga kakak laki-lakiku percaya itu adalah kutukanku yang membunuh mereka, sehingga mereka semua sangat membenciku. Sementara adik perempuanku yang lahir melalui proses persalinan yang sulit dan menyebabkan ibu meninggal, justru tumbuh besar dengan penuh kasih sayang. Kakak-kakakku berkata bahwa adikku adalah pembawa keberuntungan. Sejak dia lahir, kehidupan keluarga kami menjadi lancar dan bahagia. Tapi bukankah ibu meninggal karena melahirkan dia? Di hari ulang tahunku yang kedelapan belas, aku melihat hitungan mundur kematianku sendiri melalui cermin. Aku membeli sebuah kotak abu yang kusukai untuk diriku sendiri. Kemudian, aku memasak banyak hidangan yang memenuhi meja makan, berharap bisa makan malam terakhir bersama kakak-kakakku. Namun, hingga hitungan mundur itu berakhir, aku tidak melihat satu pun dari mereka datang ...
4.6K viewsCompletedAdded to Library 179 Times as meja teras
Read
+Library
Setelah Dua Kali Dikhianati, Aku Dinikahi Sang Penguasa

Setelah Dua Kali Dikhianati, Aku Dinikahi Sang Penguasa

Di meja makan, salah satu sahabat suamiku tiba-tiba berbicara dalam Bahasa Italia. “Tiga tahun lalu, demi membantu Liora mendapatkan surat damai dari Amara, kamu menikahi Amara dengan pesta yang megah. Selama ini aku melihat sendiri, Amara makin lama makin peduli padamu. Tapi kamu masih saja terus membohonginya. Jelas-jelas itu pil KB, tapi kamu bilang obat depresi. Kamu nggak takut, kalau suatu hari dia tahu kebenarannya… hatinya akan hancur?” Suamiku tersenyum pahit, wajahnya dipenuhi kerumitan. “Seorang anak yang nggak diharapkan, nggak perlu lahir ke dunia. Soal Amara… selama dia nggak mengganggu kebahagiaan Liora, aku akan menepati janjiku, melindunginya seumur hidupku.” Tak ada yang tahu, demi bisa mengikuti langkah suamiku, aku sudah menguasai Bahasa Italia sejak lama. Aku berdiri di ambang ruang tamu. Bekas ciuman masih membekas di leherku. Tanganku menggenggam obat yang katanya “obat depresi”, padahal… Tubuhku membeku. Jadi… semua rasa yang suamiku tunjukkan padaku hanyalah kebohongan semata. Yang kukira sebagai penyelamatan, rupanya hanya tipu daya yang direncanakan dengan rapi. Kalau begitu, aku memilih untuk merelakan mereka semua.
19.8K viewsCompletedAdded to Library 515 Times as meja teras
Read
+Library
Penyesalan Setelah Diriku Tiada

Penyesalan Setelah Diriku Tiada

Aku didiagnosis menderita lupus eritematosus sistemik stadium berat dan akan meninggal tiga hari lagi. Setelah 188 kali telepon permintaan tolongku ditolak suamiku, aku membawa hasil pemeriksaan dan melangkah masuk ke kantor pelayanan perawatan akhir hayat. “Halo, tolong bantu jadwalkan proses kremasiku dan ajukan juga bantuan subsidi dari pemerintah.” Sepuluh menit kemudian, mereka datang. Belum sempat aku bicara, suamiku yang seorang pengacara langsung menamparku tanpa ekspresi. “Demi merebut perhatian dari Penny, kamu pura-pura sakit parah?” Kakakku yang seorang dokter merebut hasil pemeriksaanku, lalu membuka dan menatapku, sambil mencibir, “Lupus? Kalau mau pura-pura sakit, setidaknya yang masuk akal. Penyakit seperti ini hanya diderita satu dari sejuta orang.” Aku menahan rasa sakit di tubuhku, lalu kembali ke meja petugas dan menyerahkan formulir, serta hasil medis lagi. Melihat ruam berbentuk kupu-kupu di pergelangan tanganku, petugas itu tampak iba. “Aku sudah nggak punya keluarga lagi.” “Aku ingin mendaftar layanan kremasi tiga hari lagi, lokasinya bebas. Aku hanya berharap kematianku nggak menjadi beban bagi siapapun.”
8.4K viewsCompletedAdded to Library 267 Times as meja teras
Read
+Library
PREV
1
...
89101112
...
15
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status