KAMAR KEDUA
“Masih sama aja, Sat.”
Satria tidak menanggapi. Ia terus berjalan ke belakang dan membuka pintu kaca menuju teras. Ia berjalan berjalan lebih dulu, seolah keputusan itu tidak bisa ditawar.
Udara di teras terasa lebih bebas. Ada kursi minimalis, meja kecil, dan tanaman yang ditata terlalu rapi. Meski jelas bukan tangan Satria sendiri yang menatanya. Tapi semuanya jelas-jelas sesuai dengan gaya seorang Satria. Simple, dingin dan mewah sekaligus.