Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Setitik Nila

Setitik Nila

Ia meletakkan mangkuk kotornya di sana, lalu berbalik. “Nggak dicuci?” Kirana menunjuk wastafel di belakang Gavin. “Aku nggak lihat ada dishwasher di sini.” “Punya dua tangan, kan?” Rasa iba yang tadinya menyelimuti hati Kirana, menjelma menjadi kekesalan seketika. “Aku nggak bisa cuci piring,” ucap Gavin dengan santai, lalu melihat Djiwa dan memanggilnya. “Dji! Bisa cuci piring?”
1037.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai meja wastafel cuci tangan
Tampilkan Ulasan (25)
Baca
+Pustaka
Maria Adjah
sedikit menguras emosi... walau agak ringan dari novel² mbak kanita yg lain nya... tapi tetap alurnya selalu buat penasaran... selalu suka buku² yg d tulis mbak kanita... semangat terus mbak kanita menulis buku² yg lain... aq selalu menunggu karya karya mu yg terbaru mbak...
Meilia
baru kali ini q baca karya mba yg lagi on going, karena sebelumnya q baca yg UD end, tapi baru baca awal aja Uda nyandu pengen terus .. suka sama alurnya, gaya bahasa , tema ny juga menarik dn g bikin bosen... d tunggu typ hari update an nya mba, mg pak djiwa sama nila happy ending pokoknyaa harus.
Baca Semua Ulasan
The Devil Love Me!

The Devil Love Me!

Sejujurnya ia tidak pernah menggunakan keran itu selain untuk mencuci tangan, cuci piring tentu menggunakan mesin cuci piring. Tanpa ba-bi-bu Raphael meletakan kotak peralatan yang ia bawa di dekat washtafle sana, dia mulai melihat-lihat keran yang entah untuk apa gunanya Tesa tak tahu. “Kau mau minum apa?” tawar Tesa, ia mendekat pada Raphael, dan Raphael cuma melirik sekilas tanpa membalas. Lelaki itu lanjut mengambil satu alat di kotak yang ia bawa. Tesa melanjutkan. “Teh, kopi atau susu hangat?”
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai meja wastafel cuci tangan
Baca
+Pustaka
Saat Mertua Meminta Jatah Warisanku

Saat Mertua Meminta Jatah Warisanku

Terdapat toilet duduk yang berada di bilik kaca tebal, kemudian ada pula sebuah jacuzzi putih, dan wastafel beserta cermin berbentuk oval yang diletakkan tak begitu jauh dari pintu masuk. “Kita mandi, ya. Kamu harus gosokin punggungku. Tapi, kita nggak bisa terlalu lama. Kita harus buru-buru pulang,” kata Mas Hanan sambil menarik tanganku lembut.
1019.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 769 kali sebagai meja wastafel cuci tangan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status