Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tamparan Sang Kakak

Tamparan Sang Kakak

Saat hendak pergi dari restoran milik adikku, tiba-tiba aku dipanggil oleh manajernya, “Permisi kak, kamu belum bayar.” Melihat wajah asing itu, aku pikir dia karyawan baru yang belum mengenalku. Jadi, aku menjelaskan dengan ramah, “Tagihkan ke bos kalian saja, dia tahu.” Manajer itu pun menatapku dengan jijik, “Kak, restoran kami ini michelin bintang tiga. Kami nggak pernah ada sistem utang seperti itu.” Usai bicara, dia menyerahkan selembar tagihan yang sudah dicetak. Aku menunduk dan melirik, sekali makan harganya satu miliar. Biaya perawatan alat makan yang kinclong, enam puluh juta. Biaya pembersihan udara khusus, seratus juta. Biaya layanan penenang suasana hati tamu VIP, dua ratus juta. Dan banyak biaya aneh lainnya lagi. Aku bahkan tidak tahu adikku membuka bisnis gelap seperti ini. Aku sampai tertawa kesal di tempat, “Aku ini kakaknya Pak Oscar. Kalau ada masalah, suruh dia pulang dan bicarakan denganku.” Namun, dia tetap mengeyel, “Makan saja nggak mampu bayar, masih sok kenal dengan Pak Oscar segala.” Aku langsung mengirim pesan ke sekretaris, [Tolong bilang ke adikku, pecat perempuan ini atau aku tarik investasinya.]
10.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 212 kali sebagai menunduk
Baca
+Pustaka
Terikat Kontrak Dengan Mafia : Pengantin Gendut

Terikat Kontrak Dengan Mafia : Pengantin Gendut

WARNING!! ⛔️⛔️ : MENGANDUNG KONTEN 21+ "Bukankah ini malam pertama kita? Aku siap menyerahkan tubuhku untumu, Tuan Alexandro," kata Lucia yang sudah memakai lingeri seksi. Alexandro hanya memandang dari atas sampai bawah tubuh Lucia, Lucia menunduk, ia juga tidak yakin jika pria itu mau menyentuh tubuh gendutnya. Alexandro mendekat dan semakin mendekat, ia mendorong Lucia sampai ia terduduk di lantai dan kepalanya mendongak ke arah suaminya. "Apa kau suka BDSM?" tanya Alexandro. Lucia menelan ludahnya kasar, ini adalah awal mimpi buruk baginya. ***  Lucia tidak pernah hidup sebagai anak yang dicintai. Sejak orang tuanya meninggal, ia tumbuh dalam rumah pamannya dan dianggap seperti beban. Lucia bertubuh gendut, pendiam, dan selalu dibandingkan dengan sepupunya yang cantik, ia belajar menerima hinaan sebagai bagian dari hidupnya. Hingga satu hari, hutang gelap pamannya menyeret Lucia ke dalam pernikahan kontrak dengan Alexandro De Luca, pria berkuasa yang dingin, kejam, dan tak tersentuh. Pernikahan tanpa cinta itu menjadikan Lucia bahan ejekan di dunia elite yang kejam, bahkan di rumahnya sendiri. Ia dianggap aib dan istri yang tidak pantas berdiri di sisi seorang Alexandro De Luca.
38 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1 kali sebagai menunduk
Baca
+Pustaka
ISTRI RAHASIA TUAN BESAR

ISTRI RAHASIA TUAN BESAR

“Kamu bikin saya keganggu sama suara kamu yang jelek itu.” “Oh, eng kalau gitu harusnya bapak ketuk aja pintunya buat protes. Enggak usah ikutan masuk.” Jawab Maira kepayahan, karena air dari shower masih terus mengalir di atas kepalanya. “Mandi kamu kurang bersih.” Jawab Pandu, sama sekali tidak nyambung. “Mak..maksud bapak?” “Itu, mandi kamu kurang bersih.” Maira menunduk, mencari-cari apa maksud Pandu tapi perempuan itu sama sekali tidak mengerti karena tubuhnya sekarang benar-benar bersih tanpa kotoran ataupun busa sabun. “Biar saya bantu kamu.” . . Pandu Van Sore membutuhkan seorang perempuan yang bisa melahirkan keturunan untuk keluarga Sore karena istri yang di nikahinya selama lima tahun tidak kunjung mampu memberikan keturunan untuk meneruskan nama keluarga, karena itu ia menuruti permintaan istrinya untuk menikahi seorang perempuan desa yang istrinya itu temui di tempat pelacuran. Maira adalah seorang gadis desa yang bersedia menjadi istri rahasia tuan besar keluarga Sore, dengan imbalan sejumlah harta yang akan perempuan itu dapatkan setelah nanti menyerahkan bayinya kepada keluarga yang sudah membelinya dari tempat pelacuran. Awalnya semua berjalan lancar, sampai kemudian Ghiana Van Sore di nyatakan mengandung di saat kandungan Maira berusia tiga bulan. Bagaimana kisah mereka setelahnya?
10292.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8.2K kali sebagai menunduk
Tampilkan Ulasan (68)
Baca
+Pustaka
Lil Seven
Wowwww baik maira dan ghiana sama-sama hamil di saat bersamaan??? 😰😰😰 Pasti seru banget ini ceritanya nanti, bakal aku pantengin apakah maira bakal jadi pengganggu rumah tangga atau bagaimana hehe Keren ceritanya 😍
Senada
Hay kk, sukses selalu yah, maaf mau numpang promo. bagi kk mana tau ada yang berkenan untuk mampir juga ke cerita aku. "Radit dan Tia" By Senada. berharap banget buat kehadirannya. terimakasih banyak. 🥰🥰🙏
Baca Semua Ulasan
BOSKU MANTAN SUAMIKU

BOSKU MANTAN SUAMIKU

"Aku bersedih dengan kepergian anak sendiri, apa itu salah?" sindirku sedikit marah. "Gak salah, tapi kamu udah berlebihan," tukas Jamie gemas. "Itu karena kamu gak merasa kehilangan Gibran." "Kata siapa?!" Jamie mulai meninggikan suara. "Gibran anakku. Darah dagingku. Aku juga menangis saat tahu dia gak ada, Kira. Tapi gak terus-terusan seperti kamu." "Kamu gak ngerti perasaan seorang Ibu sih, Jam." AKu menunduk untuk menyembunyikan air mata. "Sudah payah aku mengandung Gibran, bertarung nyawa saat melahirkan ke dunia. Lantas dia berpulang dengan begitu mudahnya hanya karena tersedak. Gibran masih terlalu kecil, Jamie. Masih kecil. " Tangisku pecah kembali. "Kura, kamu mau menangis darah, Gibran gak akan pernah bisa kembali." "Gibran gak akan meninggal kalau kamu gak pergi ke acara reuni itu." "Jadi kamu menyalahkan aku?!" bentak Jamie tampak murka. "Iya, " jawabku lantang, "sudah tahu bayimu sakit, kamu tetap nekat pergi juga. Jika kamu merasa menjadi seorang ayah,kamu gak kan melakukannya, Jamie." "Maut itu sudah digariskan oleh Allah--" "Tapi kalo kamu stay di rumah, mungkin Gibran akan tertolong," potongku dengan berurai air mata. Jamie pun bergeming. Tangan mengelap kedua matanya yang basah. Dia terlihat memegangi dadanya saat bernapas. "Jadi mau kamu apa sekarang?" tanya Jamie dingin. "Aku mau kita CERAI!"
9.9193.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.8K kali sebagai menunduk
Baca
+Pustaka
Terlahir Kembali: Kesempatan Kedua Untuk Mengubah Nasib Masa Lalu

Terlahir Kembali: Kesempatan Kedua Untuk Mengubah Nasib Masa Lalu

Saat terbangun, aku kembali ke masa saat berusia 28 tahun. Aku memiliki sepasang anak kembar sebagai pewaris dan suamiku adalah Satria, kepala mafia yang paling ditakuti di Jemadian. Satria menduduki posisi sebagai kepala komisi lima keluarga. Profil wajahnya yang tajam membuatnya menjadi langganan sampul majalah paling eksklusif di dunia mafia selama beberapa edisi berturut-turut. Bahkan keluarga-keluarga tua dari Bemudan pun berbaris untuk menawarkan putri mereka padanya. Semua wanita di Altria merasa iri dengan keberuntunganku. Namun, hal pertama yang aku lakukan setelah bangun adalah mengambil surat cerai yang tintanya masih basah dan menyerahkannya pada kekasih masa kecilnya Satria, Jessy. "Pengacaraku akan mengurus perceraian ini. Semua properti dan aset jadi milikmu, Satria dan anak-anak juga jadi milikmu," kataku Jessy yang duduk di seberangku tidak percaya dengan ucapanku. Matanya membelalak karena terkejut. "Kamu gila ya, Alice? Ini semacam tipuan ya? Mana mungkin seorang wanita yang sudah jadi Nyonya selama enam tahun bisa melepaskan semuanya dengan semudah ini." Aku menunduk, lalu berkata dengan tenang, "Karena mereka semua lebih memilihmu, aku pikir sudah waktunya aku mundur. Tinggal minta Satria tanda tangan dan kasih segel cincinnya yang ditekan ke lilin. Setelah perceraian ini selesai, aku akan meninggalkan Jemadian untuk selamanya." Kali ini, aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi. Aku tidak akan pernah menjadi Nyonya yang hanya sekadar nama lagi.
5.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 224 kali sebagai menunduk
Baca
+Pustaka
Pesona Istri Yang Tak Dianggap

Pesona Istri Yang Tak Dianggap

Neysa Karina
Dyara menepi dari jalan yang dia lalui, sambil menyusuri gang kecil menuju rumahnya. Air mata Dyara turun tanpa bisa dicegah ketika mengingat ayahnya meninggalkan dunia ini setelah menikahkan dirinya dengan seseorang yang tidak dia cintai sama sekali. Sambil menyusut air yang mengalir semakin deras dimatanya. Kini Dyara tidak memiliki penguat hatinya lagi. Mamanya sudah tidak peduli lagi dengannya, kesibukan Mama dengan teman-teman arisannya banyak menyita waktu. Dyara sendiri harus bisa memenuhi kebutuhan hidupnya tanpa bergantung pada suaminya. Sekarangpun suaminya entah dimana. Mungkin ini yang ingin disampaikan almarhum ayahnya agar Dyara tidak menerima lamaran Arsya. Namun ibu Dyara kukuh ingin anaknya menikah dengan Arsya. Dyara menghentikan langkahnya ketika sudah sampai dirumah kontrakannya. Sambil menunduk sedih, Dyara mengambil air dingin dikulkas. Tenggorokannya sudah terlalu kering, apalagi tadi sepanjang jalan sambil menangis membuatnya semakin merasa haus. Dyara ingin sekali ke makam ayahnya mengadu tentang kesedihannya. Mertua yang diharapkan bisa menjadi pengganti orangtuanyapun tidak bisa dijadikan tempat bersandar. Dyara menghela nafasnya pelan, ingatannya kembali pada masa sebelum ayahnya tiada. Beliau sosok yang patut diteladani, sayang pada anak-anaknya dan bertanggungjawab penuh pada keluarganya. Sosok yang selalu dinantikan kepulangannya, tempat mengadu dan berkeluh kesah.
4.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai menunduk
Baca
+Pustaka
Terlahir Kembali, Memitih Tak Mencintainya

Terlahir Kembali, Memitih Tak Mencintainya

Setelah cinta pertama Alain meninggal, dia membenciku selama lima tahun penuh. Aku berusaha menyenangkannya di segala hal, tetapi dia berkata, "Kalau kamu benar-benar ingin membuatku sedikit lebih bahagia, pergilah mati dan temani Janet." Hatiku terasa perih. Awalnya kupikir dia akan terus membenciku seperti itu selamanya. Namun tak kusangka, saat kami diserang dalam sebuah percobaan pembunuhan, Alain tanpa ragu melindungiku dan menahan peluru untukku. Sebelum meninggal, dia terbaring di pelukanku dan menggunakan sisa tenaganya untuk berkata, "Annisa, kalau ada kehidupan berikutnya, aku berharap nggak akan pernah ketemu kamu lagi." Di pemakamannya, ayah Alain dipenuhi penyesalan. "Alain, Ayah salah. Dulu Ayah nggak seharusnya maksa kamu menikahi Annisa. Kalau waktu itu Ayah mendengarkanmu dan membiarkanmu menikahi Janet, apakah semuanya nggak akan berakhir begini?" Ibu Alain menatapku sambil berlinang air mata. "Semua ini salahmu! Setiap kali Alain berada dalam bahaya, itu selalu karena kamu. Selain membawa bencana untuknya, apa lagi yang bisa kamu berikan?" Aku menunduk dan tetap diam. Bukan hanya mereka yang menyesal Alain menikah denganku, bahkan aku sendiri juga menyesal telah menikah dengannya. Pada malam bulan purnama, aku melompat dari gereja dan kembali ke lima tahun yang lalu. Kali ini, aku tidak akan lagi mencintai Alain.
733 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai menunduk
Baca
+Pustaka
Mokondo vs Wanita Materialistis

Mokondo vs Wanita Materialistis

Pacarku adalah putri dari kalangan elite Kota Cendana, dengan kekayaan mencapai ratusan triliun. Untuk mengujiku, selama tujuh tahun pacaran, dia tidak pernah memberiku hadiah apa pun, bahkan tidak mengeluarkan sepeser pun untukku. Bahkan saat membeli kondom di toko serba ada, dia tetap ingin membagi biaya secara patungan. Kemudian, ketika ibuku sakit parah, aku meminjam dari semua kerabat dan teman, hanya kurang empat juta untuk melunasi biaya operasi. Namun, tidak peduli seberapa keras aku memohon padanya, dia tetap tidak meminjamkan uang itu padaku. Aku mengurus semua urusan setelah ibuku meninggal sendirian, dan saat pulang ke rumah untuk mengemasi barang-barang .... Aku secara tak sengaja menemukan daftar hadiah yang dibelikan untuk adik tetangga. Kawasan perumahan mewah, jam tangan mewah, gaun rancangan khusus .… Juga ada percakapan dengan sahabatnya. [Fiona, dengar-dengar Yunus sampai berlutut padamu demi meminjam empat juta, beneran?] Fiona mendengus dengan nada sinis, suaranya terdengar acuh tak acuh. [Gilang tidak salah, demi empat juta sampai-sampai menunduk ke sana kemari. Kalau bukan pria mokondo, lalu apa?] [Baru tujuh tahun bersama, dia sudah tidak sabar ingin mengeruk uang dariku.] Ternyata, ujian selama tujuh tahun itu hanyalah akibat dari satu kalimat provokasi adik tetangga. Sudah bukan masalah lagi. Bagaimanapun, sejak saat ibuku meninggal, aku sudah memutuskan untuk meninggalkannya.
833 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai menunduk
Baca
+Pustaka
Cerita Cinta Kelas Pekerja

Cerita Cinta Kelas Pekerja

PiciKeci
Cerita ini berkisah tentang seorang perantau asal Sumatera yang terdampar di kota Bogor. Si pemuda yang bernama Heri tinggal di sebuah kost nah,di depan kamarnya si Heri adalah kamar pemilik seorang misterus. Heri tidak sengaja melihat si cewek dikamarnya duduk menunduk sambil memeluk lulut dan memakai stoking hitam, ketika disapa si cewek ini tetap diam dan tidak menjawab. Heri pun menanyakan hal ini kepada penghuni kamar sebelahnya namanya Indra,cowok berambut cepak, Candra mengaku belum pernah melihat ada penghuni di kamar gadis itu. Padahal sebelumnya dia mendengar suara tangisan wanita saat tengah malam. Heri pun mulai menduga yang tidak-tidak. Tapi dugaan Heri tidak salah karena memang benar kamar sebelah dihuni oleh seorang gadis berstoking hitam. Dan tentu dia adalah manusia. Suatu hari Heri dan Candra melihat darah mengalir keluar dari kamar tersebut,sontak keduanya langsung membuka paksa kamar dan melihat si gadis menyayat-nyayat kakinya sendiri. Heri dan Candra pun menyelamatkan si gadis, setelah banyak perlawanan akhirnya si gadis bisa ditenangkan dan di obati. Heri dan Candra orangnya easy going saja tidak menutut dia untuk menceritakan apa yang telah membuatnya depresi, dari sini si gadis itu memulai persahabatnya dengan mereka berdua terlebih kepada Heri yang kamarnya persis berada di depan kamarnya.
1016.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 427 kali sebagai menunduk
Baca
+Pustaka
TERPAKSA NIKAH SMA

TERPAKSA NIKAH SMA

"Keluar Kamu dari rumah saya!" bentak seorang pria paruh baya sambil menatap nyalang ke arah putrinya. Gadis itu menangis histeris. Air matanya tak mau berhenti membasahi pipi putihnya, yang kini bersemu merah karena sempat menahan tangis. "Maafin Mila, Ayah. I-ini bukan kemauan Mila,” jelasnya, masih tersedu-sedu. " Saya tidak mau nama baik keluarga ini tercoreng, dari sekian banyak keluarga besar ayah, satu pun tak ada yang muka tembok seperti kau! Lebih baik kamu pergi dari sini sekarang juga, jangan buat saya merah padam, paham! " Tunjuk sang ayah kepada Mila yang sedari tadi, menangis histeris di bawah kakinya. Mila kemudian menoleh ke arah wanita paruh baya yang hanya diam sembari menangis, wanita itu syok mendengar kabar bahwa anak semata wayangnya tengah mengandung. Padahal putrinya itu masih bersekolah dan tak pernah terlihat dekat dengan lelaki mana pun. Orang tua mana yang tak akan kecewa bila anaknya melakukan hal menjijikkan seperti itu. "Bunda ... dengerin Mila, Bun. Mila gak salah, i-ini kesalahan.” Mila menunduk dalam, hingga air matanya berjatuhan ke lantai. Wanita yang dipanggil bunda itu hanya diam tak mampu berkata-kata. Ia sangat syok mendengar kabar mengejutkan yang menimpa putrinya, ia bahkan tak tahu harus bereaksi seperti apa. Kekecewaan sudah terlanjur memenuhi hatinya. "Mau membela diri lagi? Sekarang juga, angkat kakimu dari rumah saya. Cepat!"
1019.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 457 kali sebagai menunduk
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status