Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Kisah cinta lelaki bodoh

Kisah cinta lelaki bodoh

Widi
Sejak kematian gadis tambatan hatinya itu, Adi semakin bimbang menjalani kehidupannya. Dia tak tahu harus melangkah pada jalan dan arah mana yang akan ia tuju. Karena ia pikir telah kehilangan satu-satunya semangat dalam dirinya. Hingga suatu hari, dia bertemu dengan sosok gadis yang memiliki rupa dan karakter persis dengan wanita yang telah meninggalkannya. Dari ujung rambut hingga ujung kaki tak ubahnya bagaikan melihat wanitanya kembali hidup ke dunia ini. " veny, pasti kau kembali hidup untuk menemuiku". Berkata pada dirinya sendiri lalu menghampiri gadis itu dan meraih lengannya. " Veny ? Sudah lama sejak saat itu..." Adi yang tersadar akan hal itu tak berani melanjutkan perkataannya.Gadis itu menoleh dan sontak kaget menatap Adi." Maaf, kamu siapa? " Tanya gadis itu heran." Ahh..ma..maaf nona, aku kira kau temanku. Na..namanya Veny." Dengan terbata-bata dan menunduk menahan malu.Tak berhenti sampai disitu, seraya melepaskan pegangan tangannya dari lengan gadis itu," Kalau boleh tau siapa namamu?"Gadis itu masih diam, tak tahu harus menjawab atau membiarkan saja. Karena ia pikir untuk apa meladeni pria iseng di depannya.Sesaat setelah gadis itu akan berbalik dan pergi, Namun sigap Adi segera menghampiri dan segera berusaha meyakinkan kata maaf padanya." Nona, maafkan aku. Telah lancang memegang tanganmu dan bersikap tidak sopan terhadapmu. "Dia berusaha sekuat tenaga untuk meyakinkan pada gadis itu agar mau memaafkannya. Dan...mungkin dia juga berpikir bahwa untuk bisa berkenalan dengannya, inilah saatnya berusaha.Setelah semua kejadian yang lalu, dia tak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Setelah kematian Veny, hampir 7 tahun berlalu dan barulah saat ini ia memiliki semangat baru lagi. Entah itu kebodohan atau rasa setianya pada kekasih hatinya yang membuatnya begitu lama untuk dapat merasakan kehidupannya kembali. Namun yang pasti untuk saat ini, Dia seperti kembali hidup dan bersemangat, setelah kelam menimpanya.
Lainnya
105.3K viewsOngoing
Read
Add to library
Terpaksa Menjadi Istri Kedua, Ternyata Suamiku Mencintaiku

Terpaksa Menjadi Istri Kedua, Ternyata Suamiku Mencintaiku

“Ayoo bangun, Sayangku,” Angga mencoba lagi, kali ini mencubit hidungku gemas. Aku membuka mata sedikit, memohon. “Mas, aku masih capek dan lemas banget. Kamu duluan aja.” Angga tertawa pelan, tawa yang membuatku ingin meninjunya sekaligus menciumnya. “Loh, kan seharusnya yang kecapekan itu aku, sayang?” godanya, matanya penuh ejekan jenaka. Mataku langsung terbuka lebar. Aku mendorong pelan wajahnya. “Enak saja kamu, ya, kalau ngomong!” Angga tertawa puas. Ia mencium bibirku singkat, sebuah sentuhan pagi yang membuat jantungku berdesir. “Yasudah, kamu tidur lagi sebentar. Aku mandi duluan, Muachhh…” Setelah mandi, kami berdua berdiri berdampingan. Keintiman semalam mengubah segalanya. Gerakan sholat Subuh kami terasa lebih sakral, diimami oleh pria yang telah memeluk jiwaku dan ragaku. Selesai berdoa, aku langsung ingin merebahkan diri lagi. Rasa lelah itu sungguh nyata. Namun, Angga menahan lenganku. “Kamu mau ke mana, Sayang?” tanyanya lembut, tangannya masih memegang tasbih. “Aku mau tidur lagi, Mas. Masih capek dan ngantuk banget,” jawabku dengan mata sayu, tanpa malu mengakui kelemahanku. Angga tersenyum teduh. “Sini, kamu tidur di sini saja. Temani aku berdzikir.” Ia menepuk pahanya yang kini tertutup sarung, mengisyaratkan tempat peristirahatan. Aku menurut. Aku merebahkan diri di pangkuannya, wangi sabun dan parfumnya menyelimutiku. Aku menutup mata, dan suaraku Angga yang merdu melantunkan dzikir menjadi ninabobo paling menenangkan. Angga menatapku yang terlelap, mukena masih menutupi kepalaku, dan damai di wajahku. Hatinya melunak, dipenuhi gelombang emosi yang tak pernah ia rasakan bersama Angel. Angel selalu sulit diajak sholat, selalu menuntut, selalu membuat drama. Putri berbeda. Dia penurut, sederhana, dan kecantikannya bukan hanya di luar, tetapi di dalam hatinya. Angga menarik napas dalam. Ya Allah, terima kasih Engkau telah menjadikan dia sebagai Istriku. Aku sungguh benar-benar mencintainya, batin Angga, sebuah pengakuan yang melegakan sekaligus menakutkan. Semoga dia adalah istri yang bisa membantuku untuk ke surga/Mu nanti, Ya Allah. Aamiin. Angga menunduk, mencium keningku
Romansa
479 viewsOngoing
Read
Add to library
Putri Kandung yang Diperlakukan Asing

Putri Kandung yang Diperlakukan Asing

Setelah resepsi pernikahan ke-88 kali dibatalkan, aku menelepon partnerku, "Aku mau daftar untuk mengembangkan pasar di Negara Heksa." Suara partnerku yang terkejut terdengar. "Apa kamu sudah pikirkan baik-baik? Kamu nggak boleh pulang selama 10 tahun setelah pergi ke Negara Heksa. Kamu baru nikah hari ini, tapi langsung pisah rumah. Apa suamimu setuju?" Partnerku menambahkan, "Bagaimana dengan orang tuamu? Bukannya keinginan terbesarmu itu menemani mereka?" Aku memandangi gereja yang kosong, lalu tersenyum getir dan menimpali, "Resepsi pernikahan dibatalkan, mana mungkin aku punya suami? Mengenai orang tuaku, mereka sudah cukup bahagia ditemani Yasmin." Partnerku terdiam sedetik sebelum menyahut, "Oke. Kalau begitu, kamu siap-siap. Besok kamu berangkat." Sesudah mengakhiri panggilan telepon, aku menyentuh gaun pengantinku. Air mataku yang terakhir menetes. Hari ini, depresi yang diidap adik angkatku kambuh lagi dan dia ingin bunuh diri. Lagi-lagi, Aditya membatalkan resepsi pernikahan kami. Aku yang tidak berdaya dan putus asa berucap sambil memandangi Aditya, "Ini sudah yang ke-88 kali." Aditya merasa bersalah. Dia menunduk sembari membujukku, "Beri aku waktu lagi ya? Willa, kamu tahu sejak kejadian itu, kondisi mental Yasmin nggak stabil. Aku benar-benar takut dia melakukan hal bodoh." Aditya berjanji, "Kamu tenang saja. Kali ini, aku pasti akan jelaskan padanya. Setelah itu, kita segera menikah." Orang tuaku mendesak Aditya untuk segera menyelamatkan Yasmin. Ayahku menegur, "Willa, cepat lepaskan Aditya. Kalau bukan karena dulu Yasmin menyelamatkanmu, mana mungkin dia diculik? Dia nggak akan mengidap depresi dan mentalnya nggak akan hancur." Ayahku meneruskan, "Sekarang kamu menghalangi Aditya untuk menyelamatkan Yasmin, apa kamu mau mencelakai adikmu? Kenapa kamu begitu egois? Apa resepsi pernikahanmu lebih penting daripada nyawa Yasmin?" Aku sudah sering mendengar teguran seperti ini. Dulu aku pasti membantah, tetapi kali ini aku terdiam. Tunanganku dan orang tuaku tidak menyukaiku, bahkan mereka tidak memercayaiku. Kalau begitu, aku pergi saja.
Short Story · Romansa
5.6K viewsCompleted
Read
Add to library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status