Keluarga yang Kuanggap Milikku, Ternyata Milik Orang Lain
Saat sedang melihat pameran fotografi, ada orang yang menelanjangiku secara paksa dan mengikatku ke sebuah stan pameran untuk dijadikan model telanjang. Ratusan pria mengelilingiku dan tidak berhenti memotret.
Foto-foto telanjangku beredar di seluruh dunia.
Ketika keluargaku menemukan aku, aku meringkuk di sudut dengan gemetar. Selama lima hari, tatapan ratusan mata itu seperti pisau yang merobek jiwaku.
Ketika suamiku bergegas menghampiri dan membungkusku dengan mantelnya, tangannya gemetar hebat hingga hampir tidak bisa mengancingkannya. Dia segera memberi perintah untuk menghancurkan seluruh aula pameran.
Terbaring di atas tandu, dalam kesadaranku yang kabur, aku mendengar putri tiriku bertanya sambil menangis. "Ayah ... apa kita harus seperti ini? Dia ... dia sangat baik padaku ...."
"Apa kamu sudah lupakan ibu kandungmu?" Suara suamiku terdengar menahan amarah saat berkata, "Thalia sudah merebut segala miliknya. Aku cuma mau tegakkan keadilan untuk ibumu!"
Ternyata, semua kemalangan yang menimpaku disebabkan oleh mereka. Jadi, selama bertahun-tahun ini, apa yang kusebut rumah pada akhirnya adalah milik orang lain ....
Aku hanyalah pencuri yang telah merebut keluarga orang. Berhubung semua ini tidak pernah menjadi milikku, aku ... akan mengembalikannya semua. Aku tidak menginginkan kalian lagi.