Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
BROKEN

BROKEN

Kesunyian memperjelas ketukan pantofel di lantai berdebu, Jess merapatkan punggungnya di dinding usang berwarana merah pudar itu. Sebagian batako berlapis semen berhambur, menciptakan kebisingan di telinga. Jess terduduk, darah di keningnya sudah jatuh mengenai kelopak mata dan hidungnya. Sementara pria bermantel hitam itu terus melotot ke arahnya sambil memamerkan keahliannya memainkan stainless tajam berbahaya. Seringai menyeramkan mengiringi gerak penancapan yang brutal.
108.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 267 kali sebagai monoton
Baca
+Pustaka
DINAR

DINAR

kata raccel sambil tersenym "kamu benar, ini sangat indah" jawab dinar seperti terbius dan melupakan apa yang tadi menjadi fikirannya. Mereka turun dengan mengendarai mobil yang dikendarai oleh seorang pria bertubuh sangat kekar dan sangar, dinar takjub melihat semua pemandangan disana, yang semua rumah terlihat sama dan dengan cat berwarna warni, jalan turun dari bukit itu dikelilingi dengan lampu yang sangat banyak dan indah, dinar berfikir betapa indahnya lampu ini jika malam. Dinar terbius dengan semua yang dilihatnya saat itu..
105.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 141 kali sebagai monoton
Baca
+Pustaka
YOU

YOU

Aluna pun tertawa mendengar ucapan salah satu teman sekelasnya, "Kan biar sehat tiap hari minumnya susu, biar kayak orang-orang bule yang sarapannya susu." "Bulepotan lu mah ukhti hahaha" "Hahahaha" Memang sudah menjadi kebiasaan bagi Aluna yang selalu mengkonsumsi Susu UHT rasa Moka sebanyak dua kotak setiap paginya, dan sudah menjadi kebiasaan pula bagi Gabriel yang memanggil Aluna dengan sebutan "Ukhti" karena gaya berpakaian gadis itu yang selalu mengenakan gamis dan khimar panjang.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai monoton
Baca
+Pustaka
Kesendirian

Kesendirian

“Ma, sudah dulu ya. An, mau mandi dulu tidak terasa sudah sore saja.” “Ok, An, next time. See you, An.” “See you too, Ma.”
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai monoton
Baca
+Pustaka
YOU

YOU

Sean bermonolog sendiri, menjilat bibirnya menikmati rasa manis yang masih menempel di bibirnya. Selamat datang di dunia Kingston, kelinciku.
9.911.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 319 kali sebagai monoton
Baca
+Pustaka
Unknown

Unknown

“Haha sa ae lu pentolan kapas, tetep aja gue ngeri kalo sampe Dira jatoh ke orang lain apalagi anak fakultas ini” “Yaelahhh bangg,, siapa coba yang bisa nandingin elu, orang nomor satu di fakultas yang laen mah hempas”perkataan Radit sukses mengusik telingaku. Entah mengapa kali ini aku tidak suka dengan ucapannya. “Iya gak Bim”tanyanya berusaha menyenggolku namun aku telah terbangun dari posisiku terlebih dahulu.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai monoton
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status