Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Greedy

Greedy

Biarkan rasa ini tumbuh dengan sendiri sampai sebesar alam semesta, atau hancurkan seperti bubur saja? Naina semakin merasa getaran itu semakin nyata. Awalnya setitik, mengapa sekarang sudah sebesar pantai cantik? ****
105.2K viewsCompletedAdded to Library 203 Times as monoton
Read
+Library
MONSTER

MONSTER

Aku yakin kalau tembok bisa bicara pasti dia juga membicarakan Jenan. Sayangnya Jenan itu terlalu misterius dan sedikit.. aduh gimana ya aku menyebutnya, galak? sebenarnya tidak sedikit juga sih karena satu sekolah memberinya julukan 'monster'. Sejujurnya, menurutku Jenan tidak sejahat itu sampai harus disebut monter. Aku yakin kalo bilang begini didepan sahabatku Irish dia langsung menyaut, "pala bapakmu!".
103.3K viewsOngoingAdded to Library 72 Times as monoton
Read
+Library
HEAVY

HEAVY

ucap Renata sambil meraih remot TV dari tangan kanan Tara dan menekan tombol off. "Bae, kamu tahu teori bahwa demam dapat cepat turun dengan metode skin to skin?" Renata mengerutkan keningnya. "Itu hanya berlaku untuk bayi, Tara." Tara menggeleng, "Tidak, kalau tidak percaya sini buktikan!"
103.3K viewsOngoingAdded to Library 105 Times as monoton
Read
+Library
ONE MORE TIME!

ONE MORE TIME!

Mau takhayul atau tidak, pokoknya Eriska membenci angka tersebut. Dan, sialnya lagi, hari ini adalah hari Senin. Hari Senin yang jatuh pada tanggal empat di bulan ini. Hari Senin yang sudah membuat Eriska gondok setengah mati dan percaya bahwa dia akan terkena kutukan entah oleh siapa. Coba saja perhatikan keadaan di rumahnya saat ini.
6.6K viewsOngoingAdded to Library 138 Times as monoton
Read
+Library
Miss Montok

Miss Montok

“Makanya kalau bawa makanan, jangan ditawarin terus ke dia. Ntar tambah bulet!” Rasanya mau marah, tapi memang kenyataan. Kalau mau berpikir positif, masih untung aku dijuluki 'Miss Montok'. Soalnya konotasi 'montok' lebih cenderung ke padat berisi, daripada 'gendut' yang terkesan melecehkan.
1014.8K viewsCompletedAdded to Library 413 Times as monoton
Read
+Library
Mon Amour

Mon Amour

Jika ia belum puas akan jawaban, maka ia tidak akan berhenti bertanya. “Mon amour adalah panggilan cinta dalam bahasa Perancis. Mon amour, berarti cintaku. Panggilanku untuknya agar dia mengerti betapa dia telah menjadi separuh hatiku.” Begitulah kata rekan kerjanya saat itu. Avan selalu teringat-ingat akan kata itu, dan berjanji jika ia memiliki orang yang istimewa di hatinya, akan ia panggil dengan sebutan itu. lalu, pilihannya jatuh pada Farrin. Hanya pada Farrin, karena wanita yang mendekatinya sebelum ini tidak pernah mampu membuat ia menjadi sebegini cinta.
108.3K viewsCompletedAdded to Library 214 Times as monoton
Read
+Library
Broken

Broken

ujar seorang pria sebelum membacakan pertanyaan terakhir. “Setiap bulan Andi selalu menabung uang yang diberikan ayahnya. Di bulan pertama, Andi menabung sebesar lima puluh ribu rupiah. Kemudian pada bulan kedua, ia menabung sebesar enam puluh ribu rupiah, dan pada bulan yang ketiga sebesar tujuh puluh ribu rupiah. Ia menabung setiap bulannya selama tiga tahun. Maka berapa banyak tabungan Andi selama tiga tahun?” Saat pria itu membacakan soal, tangan Yandi sibuk mencakar pada kertas cakaran yang telah disediakan. Beberapa menit setelah soal dibacakan, Yandi segera menjawab soal itu dengan tepat. “Delapan juta seratus ribu rupiah,” ujar Yandi menjawab soal tersebut.
1013.6K viewsCompletedAdded to Library 422 Times as monoton
Read
+Library
BATARI

BATARI

Otot pahanya menegang, menciptakan lekukan kekuatan yang murni—sebuah visualisasi dari kemarahan yang ia salurkan ke tiap tarikan napas. Sony tidak menyerah. Ia justru naik ke atas treadmill tepat di samping Batari, matanya mulai menelusuri garis tubuh Batari dengan cara yang lapar. Tipikal predator yang merasa dirinya adalah pusat gravitasi. "Pemanasan yang serius ya? Pelan-pelan saja, sayang. Mesinnya tidak akan lari ke mana-mana."
10426 viewsOngoingAdded to Library 15 Times as monoton
Read
+Library
PARALLEL

PARALLEL

Vladivostok, Mei 2025 Xabi mengamati benda kotak dan pipih di tangannya, Ia masih belum percaya benda ini adalah sebuah ponsel. Tidak ada tombol bahkan tempat baterai yang bisa dibongkar pasang. Belum lagi kameranya, satu di depan dan empat di belakang. Telepon genggam terakhir yang ia miliki adalah Blackberry paling tipis yang ia beli setelah memenangkan turnamen Dota 2.
2.9K viewsOngoingAdded to Library 74 Times as monoton
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status