Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Dandelion, Wish, and Wind

Dandelion, Wish, and Wind

Selama lima belas menit ke depan, setidaknya ada puluhan kembang api yang menghiasi langit malam itu. “Ah, benar juga. Yoshino-kun, tadi kau mau bilang apa?” tanya Nana sesaat setelah cahaya kembang api terakhir pudar dari langit mengakhiri perayaan Festival Tanabata. “Tak ada, jangan dipikirkan,” balas Izumi. Pemuda itu kemudian berdiri dari duduknya. “Kurasa aku mau pulang sekarang,” sambungnya. Nana ikut berdiri dan berjalan meninggalkan tempat itu bersama Izumi.
104.7K viewsOngoingAdded to Library 184 Times as natsuyuki rendezvous
Read
+Library
Sang PENEMBUS Batas

Sang PENEMBUS Batas

Hal itulah yang terwujud, jika hati telah menerima dan ikhlas dalam mengunyah rasa pahit itu. Senja menjelang di pantai Parang Tritis, sunset pun akan segera terjadi. Nadya sedang termenung memandang matahari, yang sedang tergelincir di ufuk barat pantai itu. Sesekali dia membalas chat dari sahabatnya nun jauh di sana, di negeri Sakura. Nanako..! Bip.! Nanako :"Nadya, kirimkan gambar sunsetnya padaku ya."
9.963.7K viewsCompletedAdded to Library 2.5K Times as natsuyuki rendezvous
Read
+Library
Naluri Sang Pendosa

Naluri Sang Pendosa

Beralih pada pesan, Nayla mengetik agar sang pemilik nomor misterius itu menunjukkan tempat duduknya. Akan tetapi, lama ia tak mendapat balasan. Hingga telapak tangan dan kakinya mulai dingin. Sang pemilik nomor misterius tak membalas juga. Kejadian siang itu membuat Nayla sangat kesal. Ia gagal bertemu dengan orang itu. Yang ada di dalam kafe itu hanyalah segelintir pasangan muda. Kecuali seorang wanita anggun dan manis yang ia tebak masih anak sekolahan.
103.9K viewsCompletedAdded to Library 88 Times as natsuyuki rendezvous
Read
+Library
STARMOON

STARMOON

Bisakah kita kembali pada masa itu Masa dimana kau menatapku sayu Membelai rambutmu Menyentuh wajahmu Mencium punggung tangamu Aku merindu Aku ingin kembali seperti dulu Di tebing perbatasan Moskwa-Peterburg Kau menerbangkan selendangmu Dan menatapku 3 detik Sampai akhirnya saling merindu Yang sempat kau akui di menaramu Aku merindu Merindu senyummu Merindu kasihmu, bulanku Ia merebahkan tubuhnya dan tertidur di sela isakkan luka Adera yang sangat menusuknya begitu dalam. Menara Hitam, Rostov Adera
103.2K viewsOngoingAdded to Library 81 Times as natsuyuki rendezvous
Read
+Library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status