Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pedang Penebusan

Pedang Penebusan

“Zoltar ada di sini. Aku bisa rasakan.” Kairos menghantam bayangan terakhir dengan ledakan api, tapi tim kelelahan. Mereka menemukan altar kecil di ujung lorong, dihiasi kristal gelap yang berdenyut seperti jantung. “Ini artefaknya,” kata Vesper, akar-akarnya menyentuh kristal. “Tapi Zoltar pasti menjaganya.”
10722 viewsOngoingAdded to Library 18 Times as aku si pendosa
Read
+Library
Pendekar Dari Lembah Hitam

Pendekar Dari Lembah Hitam

ucap Tetua Rag. Saga terdiam untuk sesaat memikirkan siapa orang yang datang ke mimpi mereka, Saga juga berpikir apa yang bisa mereka lakukan di saat seperti ini karena yang dibutuhkan olehnya hanya masuk ke dalam benua Zuka dan menghabisi Yai dua kali. "Seperti apa orang yang datang ke mimpi kalian?" Tanya Saga. "Kami tidak bisa melihatnya dengan jelas, karena orang itu berbicara di depan kami tanpa menunjukkan wujudnya," ucap Qu Wi.
109.2K viewsCompletedAdded to Library 322 Times as aku si pendosa
Read
+Library
Sang Penggoda

Sang Penggoda

Ia melepaskan segitiga itu dan membuangnya entah ke mana lalu memasukkan jarinya ke dalam sangkar itu. “Mmmmhhh, ah, ah … mas aku udah gak tahan lagi! Tolong masukin harta karun kamu,” pinta Linda yang sudah seperti cacing kepanasan. “Tenang, Sayang. Kita baru saja memulainya, aku ingin membuat sentuhan-sentuhan yang tidak mungkin kamu lupakan,” ucap Prasetyo.
3.1K viewsOngoingAdded to Library 115 Times as aku si pendosa
Read
+Library
Pendekar Wanita Kahinda

Pendekar Wanita Kahinda

Keduanya sedang berbisik ketika melihat Kahinda sambil membuat senyum senang. "Kak, Bukankah kita harus menginap malam ini?" tanya Seorang pendekar bernama Ragul Mayapena meraih Palu besarnya. Dia juga memperlihatkan tato bergambar Tiga satu Tiga di dadanya yang membentuk gambar sayap Burung.
101.5K viewsOngoingAdded to Library 35 Times as aku si pendosa
Read
+Library
Milky Legends

Milky Legends

Ucap Sujana yang melihat serangan Homies Nina. Di Istana Casino Kota Gothina Keempat Dark Stars Gothina lainnya sudah berkumpul. >> Emilea => Penyihir Wanita berpakaian Pendeta Putih Mirip ESDA (Tapi ESDA warna Hitam), bermata hitam, bertanduk iblis, berambut Silver pendek. >> Orno => Penyihir Pria berpakaian Pendeta Putih Mirip ESDA (Tapi ESDA warna Hitam), bermata hitam, bertanduk iblis, berambut Hitam Panjang.
9.811.0K viewsOngoingAdded to Library 329 Times as aku si pendosa
Read
+Library
Titik Nadir Sang Pendosa

Titik Nadir Sang Pendosa

Wida urung masuk mendengar ucapannya. “Aku akan berangkat ke Kalimantan, biar kunikahkan anak gadisku dengan lelaki pilihannya.” Bendri berkata mantap. Lelaki itu menyeka air mata saat mendengar tangis Leha pecah. Keduanya bertangisan di ruang tamu, menyadari Naura menjadi korban keegoisan mereka selama ini.
1021.7K viewsOngoingAdded to Library 565 Times as aku si pendosa
Show Reviews (12)
Read
+Library
shameita
thor yang bai...dan selalu pny byk ide dlm plot novelnya.... tolong dong judul² ini di upload di GN juga thor..... PLEASEEEE.... :) Air mata sang bidadari Mencintai harapan Dermaga yang terbelah Akankah selamanya luka Kita yang terluka Menyulam air mata Masih yang terindah
Ayu Ayuningtiyas
ceritanya bagus Thor, pembelajaran utk semua anak gadis agar bisa menjaga diri dan kehormatannya,jgn percaya sama mulut manis dan kelakuan laki" yg bilang cinta dan sayang.semoga ada kehidupan yg lebih baik lagi untuk Naura.
Read All Reviews
Cinta Untuk Sang Pendosa

Cinta Untuk Sang Pendosa

tanya Kanaya menyodorkan pisau kater pada Nicha. “Membunuhmu,” balas Nicha sambil terus mendekat padanya. “Kau, kau sungguh gadis gila!” teriak Kanaya melayangkan pisau kater itu hingga melukai pipi Nicha. “Kau duluan yang mengundangku,” ujar Nicha yang kembali menarik Kanaya lalu mendorong hinggah jatuh dan melemparkan batu besar pada gadis itu hingga kaki kanan Kanaya kena dan berdarah.
105.3K viewsCompletedAdded to Library 144 Times as aku si pendosa
Read
+Library
Obsesi

Obsesi

Mengingat Kaizen yang disukai oleh Winter, Pendosa mau tidak mau memiliki firasat yang amat buruk. Gadis itu adalah yang paling pintar, paling waspada dan paling sigap diantara mereka. Apakah itu alasan Winter menyukainya? Karena dia yang paling menonjol? Apakah Winter juga akan membunuhnya? Serigala besar kali ini menginjak kedua kakinya hingga hancur, sekali lagi Pendosa hanya bisa berteriak tanpa suara. Seluruh tubuhnya terasa sangat sakit, sakit hingga dia tidak bisa merasakan apapun lagi. Mulutnya terus memuntahkan darah, seluruh tubuhnya kini berwarna merah.
104.8K viewsOngoingAdded to Library 186 Times as aku si pendosa
Read
+Library
Sisi Gelap Sang Penguasa

Sisi Gelap Sang Penguasa

Nada sambungan terputus begitu saja. Kiki menatap layar ponselnya beberapa detik, lalu menghela napas panjang. Ia menyandarkan punggungnya ke dinding, matanya menyipit pelan. Senyum licik perlahan terlukis di wajahnya—tenang, percaya diri, dan berbahaya. “Ratih… Ratih,” gumamnya lirih. “Kamu terlambat.”
1.5K viewsOngoingAdded to Library 33 Times as aku si pendosa
Read
+Library
Pesona Sang Penguasa

Pesona Sang Penguasa

Alaric langsung meminta penjelasan saat mereka sudah tiba di kafe. "Pertama, ada banyak hal yang terjadi." Caspian mulai mengeluarkan buku catatannya. Kedua alis Alaric nyaris saja bertaut melihat buku catatan itu. Dia jelas akan merasa heran karena sang asisten biasanya tidak memerlukan buku. Sekali pun perlu dicatat, Caspian biasanya mencatat di ponsel. "Kami sudah memastikan kalau obat yang disuntikkan itu adalah sianida," ucap Caspian memperlihatkan catatannya pada sang atasan. "Dosisnya lumayan besar dan tentu saja itu menyebabkan kematian."
103.3K viewsCompletedAdded to Library 69 Times as aku si pendosa
Read
+Library
PREV
123456
...
9
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status