I am The Real King
Di tangannya, sebuah batu Amethyst besar berkilauan, berpendar lembut bagaikan jantung yang berdenyut.
Di atas batu itu, peri kecil berwarna ungu pucat melayang setinggi bahu Pearl, sayapnya bergetar cepat seperti suara lonceng kristal.
“Berhenti, Gareth. Tidak perlu mata-mata.”
Matthew menghampiri Pearl dan menyentuh lembut kedua bahunya. “Pearl, ini bukan waktunya masuk tanpa izin.”
Pearl mengabaikan teguran itu dan ia menggenggam kedua tangan Matthew.