Suami Warisan
Mulutnya tidak mampu berkata-kata, namun pikirannya penuh dengan pertanyaan.
Narendra mengangkat kakinya dan menaruhnya di atas selangkangan Joko, tepat di atas bagian pribadinya.
“AAAARRGHHH…!” Joko mengerang keras, urat-uratnya sampai bermunculan ketika kaki Narendra yang memakai bot tentara menginjak buah zakarnya.
“Ini tidak berguna lagi. Sudah peyot, jadi mendingan kita hancurkan saja, ya?” tanya Narendra, seolah menginjak buah zakar orang pekerjaan sehari-harinya.