Ada sebuah cerita yang selalu membuat mataku berkaca-kaca setiap kali mengingatnya. Seorang istri menceritakan bagaimana ia selalu mengeluh pada suaminya yang bekerja sebagai sopir truk jarak jauh. Dia kesal karena suaminya jarang ada di rumah, tidak pernah mengingat anniversary, dan selalu terlihat lelah saat pulang. Suatu malam, suaminya pulang dengan membawa hadiah ulang tahun pernikahan mereka yang terlambat—sebuah kalung sederhana. Esok harinya, truknya mengalami kecelakaan fatal. Sekarang, kalung itu menjadi satu-satunya kenangan yang ia peluk sambil berbisik, 'Aku tak seharusnya mengeluh.'
Kisah ini mengingatkanku bahwa kadang kita terlalu sibuk melihat kekurangan orang lain sampai lupa bersyukur untuk hal-hal kecil yang mereka lakukan. Aku sering membayangkan bagaimana perasaan istri itu setiap kali melihat kalung tersebut, dan itu membuatku lebih menghargai setiap detik bersama orang tersayang.