Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Menerima Lamaran Kekasih Sahabatku

Menerima Lamaran Kekasih Sahabatku

“Jantungku di sini, setiap detaknya di sana. Hati ini adalah milikku, sedangkan detaknya adalah dirimu.” — Maulana Jalaluddin Rumi. _____ Dilamar oleh seorang lelaki yang terkenal baik dan penyabar seperti sebuah mimpi indah dalam tidur. Namun, ketika mengetahui kalau dia adalah kekasih sahabatku, apa yang harus aku lakukan? Melepaskannya agar mereka kembali bersama atau tetap melanjutkan hubungan sampai ke pernikahan karena beranggapan bahwa ini adalah takdir? Aku dilema.
105.9K viewsCompletedAdded to Library 199 Times as neri
Read
+Library
Menerima Pria yang Dijodohkan Orangtuaku

Menerima Pria yang Dijodohkan Orangtuaku

Setelah pacaran lima tahun, akhirnya pacarku setuju menemuiku orang tuaku. Namun, saat makan, dia tiba-tiba beralasan ada urusan kantor dan pergi dengan tergesa-gesa. Aku memaksakan senyuman saat mengantar Ayah dan Ibu pulang, lalu terdiam sambil mengeluarkan ponsel. Benar saja, sahabat perempuan pacarku kembali mengunggah sesuatu di linimasa. [ Didesak keluarga buat nikah nggak usah takut, cukup punya pria yang mau menemanimu bertemu orang tua. ] [ Hadiahnya satu ciuman, teruskan seperti ini ya! ] Foto pertama memperlihatkan pacarku merangkul lengannya dengan mesra, bersama-sama memberi hormat sambil bersulang kepada para orang tua. Foto lainnya adalah seorang perempuan menempelkan wajahnya ke pipi pria itu dan menciumnya. Melihat tanda like dari pacarku, aku menutup Insatgram dan menelepon ayahku. "Ayah, aku sudah memikirkannya. Aku mau menikah dengan pria yang Ayah perkenalkan untuk perjodohan itu." "Ya, dia yang membantuku membuat pilihan."
3.5K viewsCompletedAdded to Library 95 Times as neri
Read
+Library
Merelakan Cinta Pertama, Menerima Perjodohan yang Ditetapkan

Merelakan Cinta Pertama, Menerima Perjodohan yang Ditetapkan

"Pa, Ma, aku sudah setuju pulang ke kampung halaman untuk ikut perjodohan dan menikah. Aku akan pulang akhir bulan ini." Awal musim semi, udara masih dingin. Sambil membuka pintu, Kathleen berbicara di telepon. Suaranya yang lembut hanyut bersama hujan yang deras. Dia merapatkan kerah bajunya, lalu mendengar kedua orang tuanya di seberang telepon menghela napas lega. "Kathleen, kesehatan Papa dan Mama makin menurun beberapa tahun ini. Kami cuma berharap kamu bisa segera berkeluarga. Bagus kalau kamu sudah memikirkannya dengan matang. Nanti setelah kamu pulang, Ibu akan minta Tante Olivia atur beberapa calon yang cocok untuk kamu temui." Mendengar orang tuanya sudah mulai mengatur semuanya, tatapan Kathleen sedikit bergetar, seolah-olah belum sepenuhnya sadar. Setelah berbasa-basi beberapa kalimat lagi, telepon pun ditutup. Dia melirik rumah itu sekilas, lalu kembali ke kamar dan mulai membereskan barang-barangnya.
3.3K viewsCompletedAdded to Library 75 Times as neri
Read
+Library
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status