Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Diagnosis Kanker di Hari Ulang Tahun Pernikahan

Diagnosis Kanker di Hari Ulang Tahun Pernikahan

Menikah selama delapan tahun dengan suamiku, setiap tahun di hari ulang tahun pernikahan kami, dia selalu mengatakan maskapai sudah mengatur penerbangan untuknya dan memberiku sepasang anting-anting mahal untuk membujukku. Namun di hari ulang tahun pernikahan kami tahun ini, aku tidak sengaja mendengar candaannya dengan teman-temannya. “Kak Rio, setiap tahun di hari ulang tahun pernikahan, kamu selalu bersama Nadia, apa Jessica sama sekali tidak menyadarinya?” “Pantas saja dia tidak bisa hamil, bagaimana pun ketika giliran dia, kamu sudah kehabisan tenaga.” Rio Aditya menghembuskan asap rokok dan menjawab, “Nadia meninggalkan segalanya demiku, aku harus memberinya sebuah keluarga.” “Sedangkan Jessica, sejak dia keguguran aku sudah tidak mencintainya lagi. Jika waktunya sudah tiba aku akan mengajukan cerai, meskipun ini tidak adil baginya, tapi aku akan mencari cara untuk menebusnya dengan uang.” Sepertinya Rio tidak akan memiliki kesempatan itu lagi, di hari ulang tahun pernikahan kami, aku didiagnosis kanker ovarium stadium akhir. Jika sudah tidak cinta, aku juga sudah siap meninggalkannya. 'Rio, mulai sekarang kita akan berpisah dengan damai dan tidak akan bertemu lagi.'
Baca
Tambahkan
Baru Tiga Hari Dinas, Anakku Sudah Punya Ibu Baru

Baru Tiga Hari Dinas, Anakku Sudah Punya Ibu Baru

Pada hari ketiga dinas di luar provinsi, grup WhatsApp wali murid putraku yang sudah lama sepi tiba-tiba kedatangan seorang anggota baru. Saat aku mengeklik pesan suara yang dikirimnya, terdengar suara wanita yang asing dan manis. "Halo semuanya, saya guru bahasa Indonesia baru di sekolah ini, sekaligus ibunya Daniel. Mohon bimbingannya, semuanya!" Seluruh tubuhku kaku. Aku mengeklik daftar anggota grup dan membandingkannya berulang kali. Putraku bernama Daniel. Dia adalah ibu Daniel, lalu aku ini siapa? Aku segera menelepon suamiku, "Apa ada orang yang salah masuk ke grup wali murid anak kita?" Di ujung telepon, suaranya sempat terhenti sejenak, lalu dia tertawa seolah tidak terjadi apa-apa. "Oh, mungkin salah masuk. Ada banyak anak di sekolah, nama yang sama itu wajar. Ada apa memangnya?" Aku menjawab tidak ada apa-apa sambil tersenyum. Namun, setelah menutup telepon, malam itu juga aku langsung memesan tiket pesawat dan terbang menuju sekolah putraku.
Baca
Tambahkan
Tanpamu, Hidupku Makin Bersinar

Tanpamu, Hidupku Makin Bersinar

Pada ulang tahun pernikahan kelima, Rebecca menemukan bahwa akta nikahnya palsu. Sementara itu, suaminya menikahi seorang gadis yang dibesarkannya di Andoria, negara di mana seseorang hanya boleh menikah sekali seumur hidupnya. Suaminya memang mencintainya. Semua kelembutan suaminya terhadapnya juga tulus. Namun, hati suaminya terlalu besar hingga mampu menampung dua wanita sekaligus ....
Baca
Tambahkan
Cinta Datang Di Saat Kumenemukan Penggantinya

Cinta Datang Di Saat Kumenemukan Penggantinya

Suamiku tidak mencintaiku, apalagi mencintai putri kami. Selama enam tahun sejak putri kami lahir, dia bahkan belum pernah menggendongnya sekali pun. Dokter bilang, dia mengidap gangguan emosi. Bukan karena tidak peduli, hanya saja dia tidak tahu cara mengekspresikannya. Namun hari itu, saat wanita yang pernah dia cintai kembali, untuk pertama kalinya suamiku tersenyum pada kami. Bahkan di luar kebiasaannya, dia membawa hadiah untuk putri kami. Aku pikir, mungkin dia akhirnya sadar dan berubah. Sampai aku dan putri kami melihat foto yang jadi layar kunci di ponselnya. Di foto itu, dia tersenyum lebar. Satu tangannya memeluk gadis kecil yang giginya ompong, tangan lainnya menggenggam wanita yang pernah dia cintai. Putriku menggenggam tanganku erat dan matanya mulai memerah. "Ma, apa kita harus pergi dari sini?" bisiknya pelan. "Boleh nggak kita kasih Papa tiga kesempatan terakhir saja? Kalau setelah itu Papa tetap nggak mau sama kita ... ya sudah, kita pergi saja."
Cerita Pendek · Romansa
12.2K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Harga Mahal dari Sebuah Mangga

Harga Mahal dari Sebuah Mangga

Saat aku berusia tujuh tahun, wanita cantik yang dibawa pulang oleh ayahku memberiku sekotak mangga. Hari itu, sambil melihatku menyantap mangga dengan lahapnya, ibuku membubuhkan tanda tangannya di atas surat cerai, lalu melompat dari gedung untuk mengakhiri hidupnya. Sejak saat itu, mangga menjadi mimpi burukku seumur hidup. Oleh karena itu, di hari pernikahan kami, aku berkata kepada suamiku, Edwin Faresta, "Kalau suatu saat kamu mau cerai, kasih saja aku buah mangga." Suamiku memelukku tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Namun, sejak saat itu, mangga juga menjadi hal yang tabu bagi dirinya. Pada malam Natal di tahun kelima pernikahan kami, teman masa kecil suamiku meletakkan sebuah mangga di atas meja kerjanya. Hari itu juga, suamiku mengumumkan pemutusan hubungan dengan teman masa kecilnya, Rani Delana dan memecat Rani dari perusahaan. Pada hari itu, aku merasa bahwa dialah pria yang memang sudah ditakdirkan untukku. Hingga setengah tahun kemudian, aku kembali dari luar negeri setelah berhasil menegosiasikan kontrak kerja sama senilai dua triliun. Di pesta perayaan itu, suamiku menyodorkan segelas minuman kepadaku. Setelah aku meminum setengahnya, teman masa kecil suamiku, yaitu wanita yang dulu diusirnya dari perusahaan itu, berdiri di belakangku dan bertanya sambil menyeringai, "Apa jus mangganya enak?" Dengan wajah penuh rasa tidak percaya, aku menoleh ke arah Edwin, suamiku. Namun, Edwin justru menahan tawa dan berkata, "Jangan marah ya. Rani bersikeras memintaku untuk mengerjaimu sedikit." "Aku kan nggak kasih kamu buah mangga. Aku cuma kasih kamu sebotol jus mangga saja." "Lagi pula, menurutku Rani benar. Kamu nggak mau makan mangga itu cuma karena kamu banyak tingkah aja." "Lihat sendiri, 'kan? Tadi kamu meminumnya dengan sangat senang." Wajahku langsung menjadi dingin. Aku mengangkat tangan dan menyiramkan sisa jus mangga itu ke wajah pria itu, lalu berbalik pergi. Ada beberapa hal yang selamanya tidak akan pernah menjadi bahan candaan. Mangga bukan sekadar lelucon dan niatku untuk bercerai juga bukan candaan.
Cerita Pendek · Romansa
11.0K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Pengkhianatan Terbesar Suamiku

Pengkhianatan Terbesar Suamiku

Di tahun ketiga pernikahanku dengan Jovan, tiba-tiba adik angkatnya, Jenny, mengirimkan sebuah video kepadaku. Aku membukanya dan melihat Jovan mengikat adik angkatnya di kepala ranjang menggunakan dasi yang baru saja kuberikan padanya. Sementara adik angkatnya terbaring telanjang di bawahnya, tanpa henti memanggilnya sebagai suami. Setelah itu mereka berpelukan erat. Jenny melingkarkan lengannya di leher Jovan dan merengek, “Kakak, aku nggak suka cincin yang kamu berikan padaku itu. Ambil saja dan berikan pada Kakak Ipar, anggap saja itu hadiah ulang tahun dariku.” Keesokan harinya, aku duduk di restoran mewah. Menatap kursi kosong di seberangku dengan pikiran melayang. Tiba-tiba, wakilnya mendorong kue besar ke arahku. “Pak Jovan ada urusan mendadak, jadi dia meminta saya mengantarkan hadiah ulang tahun ini untuk Nyonya.” Kotak itu berisi cincin, persis seperti cincin yang tidak diinginkan adik angkatnya. Lalu, sebuah foto baru dikirimkan ke ponselku. Jovan sedang menemani adik angkatnya berobat di rumah sakit. Aku tidak menangis atau membuat keributan. Aku dengan tenang menandatangani perjanjian perceraian. Lalu meminta seseorang menyiapkan sebuah pesta pernikahan. “Nyonya, siapa nama pengantin pria dan pengantin wanita yang harus ditulis?” “Jovan Gunawan dan Jenny Gunawan.” Tujuh hari kemudian, aku akan membiarkan seluruh dunia melihat betapa liarnya Ketua Mafia yang selalu serius itu, bermain-main secara pribadi dengan adik angkatnya.
Cerita Pendek · Mafia
38.8K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Cinta Semu yang Kukira Abadi

Cinta Semu yang Kukira Abadi

Ini adalah kali ke-33 pernikahan Richelle dan Dave ditunda. Karena di malam sebelum pernikahan, Richelle tertabrak mobil. Seluruh tubuhnya mengalami 19 patah tulang. Dia tiga kali masuk ICU sebelum akhirnya kondisinya stabil. Ketika tubuhnya mulai sedikit membaik, dia menopang tubuhnya di dinding, berniat berjalan-jalan di koridor. Namun, baru sampai di tikungan, dia mendengar percakapan antara tunangannya, Dave, dan temannya. "Terakhir kamu bikin dia hampir tenggelam, kali ini kamu tabrak dia pakai mobil. Pernikahan kalian tertunda dua bulan lagi. Selanjutnya kamu mau pakai cara apa?" Richelle yang berdiri di balik tikungan seketika merasa seluruh darah di tubuhnya membeku. Dave mengenakan jas dokter putih, memainkan ponselnya sambil menyahut dengan nada datar, "Kali ini nggak akan ditunda lagi."
Cerita Pendek · Romansa
48.1K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
⁠Dari Luka Menuju Kebebasan

⁠Dari Luka Menuju Kebebasan

Alena Pradita berdiri di tengah kerumunan sambil menggenggam dua tumpukan kertas. Yang satu adalah hasil diagnosis mati rasa emosional, sedangkan yang satu lagi adalah perjanjian kesepakatan cerai. Tiga jam sebelumnya, karena status perkawinannya di sistem rumah sakit menunjukkan bahwa Alena telah bercerai, dia pun sengaja pergi ke kantor catatan sipil. Staf itu mendongak dan berujar, "Bu, kamu dan Pak Ardian memang sudah bercerai tiga tahun yang lalu." Ekspresi Alena seketika membeku. "Mana mungkin? Kami baru menikah tiga tahun yang lalu." Staf itu memastikannya lagi, lalu menjawab dengan nada yang agak aneh, "Benar, waktu perceraian memang di tiga tahun yang lalu, tepatnya ... tujuh detik setelah pernikahanmu."
Cerita Pendek · Romansa
10.0K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Tanpa Penyesalan di Musim Cinta yang Gugur

Tanpa Penyesalan di Musim Cinta yang Gugur

Selama menikah dengan Fabian selama enam tahun, dia punya simpanan. Simpanannya itu sangat cantik dan mudah menciut ketakutan jika dibentak sedikit saja. Karena itulah Fabian tidak pernah kehilangan kesabaran menghadapinya. Namun, simpanan itu tidak patuh dan sengaja mencari masalah denganku. Fabian pun marah besar dan menghukumnya habis-habisan. Keesokan harinya, wanita itu mengirimi aku foto lehernya yang dipenuhi bekas gigitan merah-merah. [Kak, Pak Fabian galak banget, aku jadi takut.]
Baca
Tambahkan
Aku yang Tuli Dikhianati Suami dan Putri

Aku yang Tuli Dikhianati Suami dan Putri

Di pesta, putriku sengaja berkata dengan lantang kepada suamiku, "Papa, Bibi Davina lagi hamil anakmu. Apa itu berarti kita akan tinggal bersamanya mulai sekarang?" Suamiku meletakkan seporsi steik di depanku sambil menjawab pelan, "Aku dan mamamu pernah buat perjanjian, siapa pun yang berkhianat duluan harus lenyap dari dunia orang yang satunya lagi untuk selamanya." "Aku nggak sanggup tanggung konsekuensi itu, makanya aku merahasiakannya dengan baik. Setelah bayi itu lahir, aku juga nggak akan biarkan mereka muncul di depan mamamu." Seusai berbicara, suamiku menggunakan isyarat tangan untuk memberitahuku bahwa dia akan selalu mencintaiku. Namun, dia tidak memperhatikan mataku yang memerah. Suamiku tidak tahu bahwa telingaku telah sembuh dari seminggu yang lalu. Dia juga tidak tahu aku sudah menemukan perselingkuhan mereka. Dia lebih tidak tahu lagi bahwa aku telah diam-diam membeli tiket pesawat untuk mengajar di Thaken. Setelah semua dokumennya selesai diurus dalam tujuh hari, aku akan menghilang sepenuhnya.
Baca
Tambahkan
Sebelumnya
1
...
2930313233
...
50
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status