Viona
Ia mencium kepala Viona, kemudian berjalan ke nakas.
Beruntung Viona tidak curiga, gadis itu kembali asyik memandangi pemandangan di luar jendela. Sementara Levin menatap nanar pada segumpal rambut di tangannya, dadanya berdenyut melihat rambut Viona rontok begitu banyak. Sepertinya Viona mulai mengalami efek dari kemoterapi yang dijalaninya. Levin diam-diam menoleh ke Viona, memandangi kekasihnya sejenak. Hatinya bergetar hebat, mana tega ia melihat Viona akan kehilangan sedikit demi sedikit rambutnya. Apalagi Viona sangat menyukai rambut panjangnya.
"Vin, ada apa?" Viona menaikkkan sebelah alisnya, heran melihat raut sedih yang terpancar dari wajah Levin. "Apa terjadi sesuatu? Kok kamu nge
Hot Chapters