Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
RADINKA

RADINKA

Menutup botol air minumnya, Radit membalikkan badannya menghadap Vania. "Van, ada tisu gak?" tanya Radit kepada Vania yang ia tau kalau Vania selalu membawa tisu. "Ada," lalu Vania mengambil tisu yang berada dalam lacinya dengan semangat lalu emberikannya kepada Radit. "Makasih," ucap Radit seraya mengambil 2 lembar tisu dan membalikkan badannya lagi. "Nih," Radit menyodorkan tisu yang diambilnya dari Vania kepada Dinka. Sedangkan Vania yang melihat itu menahan hatinya untuk tidak termakan api cemburu.
103.7K viewsOngoingAdded to Library 115 Times as violeta
Read
+Library
Gina

Gina

Ponsel Danan kemudian berdering, nama Marva tertera disana, dia tersenyum sebelum menekan tombol hijau untuk menjawab panggilan video itu. “Yayaaaaaa! Laya Widhiani!” Suara Marva kemudian menggema di dalam mobil membuat Laya berjingkrak diatas kursi dengan seatbelt terikat cukup kencang dan melambaikan tangan ke arah kaca di hadapannya. “Paman Mapaaaa!” Pekik Laya riang. Marva melambaikan tangannya dan tersenyum dengan lebar, dia bisa melihat Laya dari kaca yang memantul dibelakang kursi kemudi Danan.
102.4K viewsOn holdAdded to Library 72 Times as violeta
Read
+Library
SANTET

SANTET

SANTET PAKAIAN DALAM 11 Tepat tengah malam, Ita duduk di kursi menghadap jendela kamar Nining. Ia menaruh meja kecil di depan jendela kamarnya, menempelkannya ke tembok. Di atasnya Ita menaruh cawan yang telah ia isi dengan air, di atas permukaan cawan itu ia taburi bunga. Lalu dengan silet Ita melukai ujung jari telunjuk dan jari tengahnya. Darah menetes ke dalam cawan. Kemudian Ita mengaduk-aduk isi cawan tersebut, sehingga air yang tadinya bening seketika berubah warna menjadi merah. Secuil kemenyan ia bakar, baunya menguar menusuk indra penciuman. Asap itu meliuk-liuk disapu angin. Setelah Itu Ita menutup matanya, menangkupkan kedua tangannya di atas kepala. Mulutnya berkomat-kamit me
9.37.1K viewsCompletedAdded to Library 141 Times as violeta
Read
+Library
Amanda

Amanda

Ada secercah kelegaan singgah dalam hatinya akhirnya bisa menyenangkan hati ibunya. “Halo, Pak Hengky, Bu Rita. Makan di sini juga rupanya,” sapa seorang wanita cantik jelita ramah. Tubuhnya begitu langsing dan terawat. Penampilannya modis sekali sampai sulit menerka berapa usianya yang sebenarnya. “Tante Beatrice,” desis Valerie terpana. Betapa sialnya aku bisa bertemu dia di sini, keluhnya dalam hati.
1017.7K viewsCompletedAdded to Library 496 Times as violeta
Read
+Library
ZOE

ZOE

"Sepulang dari Peru, Ketua Hong memintaku untuk menghadiahkan beberapa potong kain wool vicuna untukmu. Beliau bilang nona suka sekali menggenakan scarf. Kain ini aku rasa akan cocok." Aku membukanya, ada tiga potong kain wool vicuna disana. Tidak main-main sekali hadiah orang tua itu. Kain wool ini adalah kain yang di peroleh dari vicuna, hewan sejenis unta di pegunungan Peru. Hewan ini sangat di muliakan dan hanya bisa diambil bulunya setiap 3 tahun sekali. Tak khayal bila 1 yardnya dibanderol 25-42 juta.
106.4K viewsOngoingAdded to Library 141 Times as violeta
Read
+Library
Raina

Raina

Sekadar informasi, mereka memanggilku Tein alias Tante Rain. "Makanya Tein, beli mobil tuh yang kayak Papi." Zio berbicara sinis. "Besar, udah gitu bagus," sambung Ara. Aku berdecak, "Iya, nanti Tein minta dibelikan mobil sama Papi kalian." "Jangan dong!" seru Zio. "Kok, jangan?" "Tein kan udah besar masa masih minta uang?" Skak mat! Kenapa mulut Zio menduplikat mulut Kak Arsen?
109.9K viewsOngoingAdded to Library 237 Times as violeta
Read
+Library
Vivian

Vivian

Vivian selalu menyempatkan diri menemui Aglo di sebuah pohon berduri dan beracun, pohon yang dihindari banyak pemburu. Aglo semakin mendekat dan menaruh tangan di kepala Vivian, isyarat kasih sayangnya. Tubuh Aglo bak singa jantan, tetapi bulunya seperti kucing anggora. Ia termasuk hewan langka hingga sangat terancam jika manusia lain melihat.
2.9K viewsOngoingAdded to Library 64 Times as violeta
Read
+Library
Broken Flower

Broken Flower

Begitu mesin dimatikan, suasana kembali hening, hanya diisi suara burung-burung sore. Tangga diturunkan. Violeta muncul di pintu kabin, gaun hijau zamrudnya memantulkan cahaya mentari. Rambut gelapnya tertata anggun dalam sanggul rendah, sementara mata hazelnya menyapu pemandangan di depannya. Ia tersenyum tipis—senyum yang lebih bernuansa ironi daripada kekaguman.
1011.3K viewsOngoingAdded to Library 317 Times as violeta
Read
+Library
Bos di Atas Normal

Bos di Atas Normal

Dia ingat satu hal, tentang wanita yang dijodohkan dengannya, kalau tidak salah namanya juga Violet. Tidak mungkin mereka orang yang sama, bukan?
107.3K viewsOngoingAdded to Library 276 Times as violeta
Read
+Library
Aster [Indonesia Ver.]

Aster [Indonesia Ver.]

tutur Zein. Violet mendekat, ia tersenyum sinis. “Gak pernah mau, tapi tetep aja sange” Nada bicara Violet menunjukkan wanita itu cemburu. Zein tersenyum lebar kemudian mencolek dagu Violet lembut. “Cemburu hmm?”
103.9K viewsCompletedAdded to Library 118 Times as violeta
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status