Tak Lagi Menunggu Untuk Dipilih
Setelah ujian nasional selesai, kami berlima teman masa kecil yang sudah sangat dekat sejak kecil, berkumpul untuk bermain permainan kekompakan.
Ronde pertama, sahabatku, si Mina bertanya,
“Kalau salah satu dari kita terjebak di daerah pinggiran kota tengah malam, siapa yang akan kalian selamatkan lebih dulu?”
Tiga pemuda yang sejak kecil sering dijuluki sebagai calon suamiku itu tanpa ragu menuliskan nama Mina secara bersamaan.
Orang-orang langsung menyoraki mereka karena terlalu kompak.
Dengan wajah memerah, Mina menjelaskan,
“Mungkin karena aku yang paling penakut. Jena begitu hebat, dia sama sekali nggak membutuhkan orang lain untuk menyelamatkannya.”
Mereka semua mengangguk.
Namun, me