Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Test Book

Test Book

Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai odio
Baca
+Pustaka
Jadi Suamiku Ya, Om?
Baca
+Pustaka
POEDJAN

POEDJAN

Dan seumur hidupnya, ia takkan sanggup menerima kemalangan Mustika. Kidung sinden dari piringan hitam terdengar di seluruh sudut yang ada di rumah Ki Sudarso. Suara kebyar-kebyur terdengar pula di kamar mandi. Ada kelentingan sendok yang bertemu berkali-kali dengan gelas bening. Pokoknya, malam itu rumah Ki Sudarso sangat penuh dengan suara-suara tak berwujud. Semua suara itu tidak terdengar mengganggu. Malah, suara-suara itu terdengar sangat menenangkan meski masih sedikit mengerikan.
105.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 131 kali sebagai odio
Baca
+Pustaka
ZOE

ZOE

pekik Dario. "Surprise."
106.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 126 kali sebagai odio
Baca
+Pustaka
YOU

YOU

Diandra langsung menodong suami dan putri bungsunya sesudah mereka berada di hadapannya. "Tanyakan yang masuk akal sayang, suaramu sudah seperti gendang yang ditabuh. Jangankan mahkluk seperti kami, makhluk lain juga akan terbangun ketika mendengar suaramu itu." dokter Derrick mendumal dengan rasa jengkel kemudian mengambil duduk di sofa tengah. "Daniela, kesini." perintah dokter Derrick yang hanya diangguk oleh Daniela.
9.911.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 374 kali sebagai odio
Baca
+Pustaka
EGO

EGO

Sudah dapat dipastikan, orang yang selalu membawa keributan ditengan keheningan sudah pasti Ardan. Tinnnnnn tinnnnn tinnnnnnnnn!!!!!!! "Apaan sih Dan, berisikkkk!" "Gue masuk ya Zo..." Deru mesin motornya lebih mirip suara bajaj bobrok. Entah kapan terakhir kali motor itu diservis. Tanpa salam dan permisi segera ia duduk meneguk minuman dan kue kering di atas meja. Napasnya tersengal-sengal.
4.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai odio
Baca
+Pustaka
FLOWIE

FLOWIE

Ia kembali merasakan desiran -yang menurutnya tidak normal- pada tubuhnya. Luke mengusap sudut bibir Flowie dengan jempolnya. “Apa kau habis menyikat gigi? Kau meninggalkan bekasnya di pipimu,” tanya Luke sambil menunjukan jempolnya yang kini ada busa pasta gigi kepada Flowie. “Ah. Iya. Tadi aku buru-buru karena belnya bunyi,” jelas Flowie sambil mengusap jempol Luke dengan cepat di bajunya. Kenapa hal memalukan ini terjadi?
105.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 226 kali sebagai odio
Baca
+Pustaka
Euforia

Euforia

"Kenapa ada hiu yang kepalanya berbentuk martil?" Gadis di hadapannya terlihat tertegun dengan pertanyaan random oleh Eiden, lalu Nindi memasang wajah serius, lalu sedikit mendekatkan wajahnya ke wajah Eiden. "Karena, kalo bentuknya kotak itu bukan hiu, melainkan adudu," bisiknya. Plak
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai odio
Baca
+Pustaka
Alice

Alice

ujar Auri membuat mereka memutar bola matanya malas. "Gak, modelan kayak lo suara kayak toa!" ejek Dirga membuat Auri melotot tajam. "Biarin mau gue suara toa, suara kecil, suara segede dosa lo. Gak ada hubungan nya sama lo," jawab Auri sambil berkacak pinggang. "Ada hubungannya" "Apa?" tanya Auri kembali kepada Aidan. "Bikin gendang telinga gue mau pecah,"
105.8K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 173 kali sebagai odio
Baca
+Pustaka
Sisa Rasa

Sisa Rasa

“Iya, Pa. Mama tunggu di rumah.” Telepon ditutup. Ruang keluarga yang biasanya hangat terasa sunyi. Mama Selin menutup wajahnya dengan kedua tangan, berdoa lirih di sela isak tangis yang tak bisa lagi ditahan. Diwaktu yang sama, Dika menghubungi Rendra ketika ia baru saja menyelesaikan rapatnya. Ponselnya bergetar. Lalu mengangkatnya. “Hallo Ren, maaf aku mengganggu ?”
10707 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai odio
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status