Pernah dengar percakapan antara ibu dan anak yang bikin hati meleleh? Aku ingat satu adegan sederhana tapi dalam banget. Seorang anak kecil pulang dengan baju kotor, wajahnya masih basah oleh air mata. 'Ibu, aku jatuh dari sepeda...' katanya gemetar. Tanpa sepatah kata pun, ibunya langsung membuka lengan, mengusap peluh di dahinya, lalu berbisik, 'Yang penting kamu masih bisa tersenyum. Lihat, ibu bawain es krim favoritmu.' Dialog sederhana itu mengajarkanku bahwa kasih sayang ibu seringkali muncul dalam keheningan yang lebih keras dari teriakan.
Ada juga momen ketika seorang remaja memberontak, 'Ibu selalu mengatur hidupku!' Ibunya hanya menarik napas dalam, 'Karena ibu tahu rasanya terluka. Ibu tidak mau kau belajar dari luka seperti ibu dulu.' Tiba-tiba si anak terdiam, menyadari setiap larangan ibunya ternyata adalah pelukan yang disamarkan. Kedalaman percakapan seperti ini seringkali muncul justru dalam ketegangan, bukan?