SARGIO
tanya Gio masih dalam keadaan syok karena dia seakan sedang melihat dirinya sendiri dalam pantulan cermin, bedanya ini benar-benar nyata bukan sekedar bayangan atau pantulan cermin.
Seseorang bernama Rio tersebut tertawa ringan, sesaat ia kembali pada ekspresi wajah yang terlihat flat, datar tanpa ekspresi. Matanya menatap tajam Gio seakan mengungkapkan sebuah amarah dan kebencian, tangannya mengepal erat, urat-urat pada wajahnya terlihat dan kuku-kuku tangannya sampai memutih menahan amarah yang hampir akan meledak.
"Gue Arion, sodara kembar lo." Rio tersenyum begitu manis, biarpun begitu senyuman itu hanya sebuah topeng bagi Rio.
Bab Populer